Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawah Baru Terbentang, Bengkulu Tambah 1.573 Hektare di 2025

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawah Baru Terbentang, Bengkulu Tambah 1.573 Hektare di 2025 Doc: ANTARA
Ket. Satu unit alat berat terlihat sedang mengerjakan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu seluas 604 hektare.

KOTA BENGKULU – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat progres program cetak sawah di Provinsi Bengkulu berjalan cukup positif sepanjang 2025.

Sejak Januari hingga Desember, total lahan sawah baru yang berhasil dicetak di tiga wilayah sudah mencapai 1.573 hektare.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas areal tanam.

Dengan bertambahnya lahan sawah, diharapkan produksi pertanian di Bengkulu bisa ikut terdongkrak dan memberi ruang lebih besar bagi petani untuk meningkatkan hasil panen.

DJPb menilai capaian tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mulai terasa di lapangan.

Meski prosesnya tak selalu mudah—mulai dari kesiapan lahan hingga faktor cuaca—program cetak sawah tetap berjalan bertahap sesuai rencana.

Ke depan, hasil cetak sawah ini diharapkan tidak hanya menambah angka luasan, tapi benar-benar memberi dampak nyata bagi perekonomian desa dan kesejahteraan petani.

Karena pada akhirnya, sawah baru bukan sekadar hamparan lahan, melainkan harapan baru bagi produksi pangan daerah.

"Untuk realisasi program pemerintah pusat yaitu cetak sawah hingga Desember 2025 sebesar Rp1.573 hektare dari target 2.220 hektare lahan persawahan," kata Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu Muhammad Arief Barata di Kota Bengkulu, Jumat (17/1).

Untuk wilayah realisasi cetak sawah di Bengkulu yaitu Kabupaten Bengkulu Utara mencapai 868 hektare dan Kabupaten Seluma sebanyak 257 hektare.

Sedangkan untuk di Kabupaten Rejang Lebong dengan target 647 hektare belum terealisasikan dikarenakan adanya kendala teknis.

"Yang belum terealisasikan di Kabupaten Rejang Lebong yang disebabkan karena masih terkendala irigasi," ujar dia.

Meskipun demikian, hingga saat ini proses cetak sawah yang dikerjakan oleh anggota TNI diperpanjang hingga 90 hari kerja sejak Desember 2025 atau akhir Maret 2026.

Arief menerangkan bahwa program cetak sawah tersebut selain menggunakan anggaran dari pemerintah pusat juga didukung dan didampingi dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Bengkulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.