Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia Dilalap Api, Kebakaran Hutan Tewaskan Satu Orang dan Ratusan Bangunan Lenyap

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Australia Dilalap Api, Kebakaran Hutan Tewaskan Satu Orang dan Ratusan Bangunan Lenyap Doc: BBC
Ket. Sebuah hutan terbakar di Longwood, Victoria, Australia pada 9 Januari 2026.

JAKARTA - Kebakaran hutan hebat kembali menghantam wilayah tenggara Australia dan menewaskan sedikitnya satu orang serta menghancurkan sekitar 300 rumah dan bangunan. Api menyebar cepat selama beberapa hari terakhir dan memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Puluhan titik kebakaran tercatat aktif di berbagai wilayah Australia, dengan dampak paling parah terjadi di negara bagian Victoria serta sebagian New South Wales. Luas lahan yang terbakar disebut hampir dua kali lipat wilayah Greater London, menandakan skala bencana yang sangat besar.

Pemerintah negara bagian Victoria telah menetapkan status darurat seiring upaya pemadaman yang melibatkan ribuan petugas pemadam kebakaran. Lebih dari 70 unit pesawat pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api yang terus berkobar di berbagai lokasi.

Warga di lebih dari selusin komunitas diminta segera meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Pihak berwenang menilai kondisi cuaca yang sangat panas, kering, dan berangin memperburuk situasi serta membuat api sulit dikendalikan.

Perdana Menteri Victoria Jacinta Allan menyampaikan bahwa terdapat sekitar 30 kebakaran aktif di seluruh negara bagian. Dari jumlah tersebut, sepuluh kebakaran dinilai berada pada level paling mengkhawatirkan karena mengancam permukiman dan fasilitas publik.

Dia mengatakan bahwa sekitar 350.000 hektare lahan telah hangus terbakar hingga Minggu pagi waktu setempat. Angka tersebut menunjukkan eskalasi cepat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Kita akan melihat kebakaran terus berlanjut untuk beberapa waktu di seluruh negara bagian dan itulah mengapa kita masih jauh dari melewati masa terburuk ini," kata Jacinta Allan kepada media.

Ia menegaskan bahwa ancaman terhadap rumah dan harta benda masih sangat nyata.

"Saat ini masih ada kebakaran yang mengancam rumah dan harta benda," ujarnya.

Kepolisian setempat melaporkan penemuan sisa-sisa tubuh manusia di desa Gobur, dekat kota Longwood, sekitar 110 kilometer di utara Melbourne. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui secara resmi.

Jacinta Allan memuji kerja keras petugas darurat yang bertugas mengevakuasi jenazah di tengah kondisi ekstrem. Ia menyebut proses tersebut sebagai pekerjaan yang berat, berbahaya, dan sangat melelahkan.

"Masyarakat Gobur sedang berduka," kata Allan. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan warga terdampak.

Dampak kebakaran tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memengaruhi kualitas udara di berbagai wilayah Victoria. Asap tebal menyelimuti sejumlah kawasan, termasuk wilayah metropolitan Melbourne.

Otoritas kesehatan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas luar ruang dan memperhatikan kondisi pernapasan. Anak-anak, lansia, serta penderita penyakit paru diminta lebih waspada terhadap paparan asap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Mulai 2027 Grammy Awards Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.