Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klasifikasi Pasar Modal Indonesia Dipantau S&P Dow Jones Buntut Isu Kepemilikan Saham

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 12:35 WIB | Oleh:
Klasifikasi Pasar Modal Indonesia Dipantau S&P Dow Jones Buntut Isu Kepemilikan Saham Doc: ANTARA
Ket. S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memberikan perhatian khusus terhadap tingkat transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia. Lembaga penyedia indeks global tersebut mengingatkan bahwa status klasifikasi pasar Indonesia berpotensi ditinjau ulang apabila persoalan transparansi tidak segera diperbaiki.

JAKARTA - S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memberikan perhatian khusus terhadap tingkat transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia. Lembaga penyedia indeks global tersebut mengingatkan bahwa status klasifikasi pasar Indonesia berpotensi ditinjau ulang apabila persoalan transparansi tidak segera diperbaiki.

Peringatan itu disampaikan dalam laporan terbaru mengenai tinjauan klasifikasi pasar global yang dirilis S&P DJI. Dalam dokumen tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah dipantau terkait perkembangan reformasi pasar modal, terutama mengenai keterbukaan informasi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

S&P DJI menjelaskan bahwa pihaknya terus mengikuti berbagai langkah pembenahan yang dilakukan di pasar modal Indonesia. Pemantauan tersebut mencakup perkembangan pengungkapan data kepemilikan saham serta implementasi pedoman yang telah diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia untuk meningkatkan transparansi.

"Jika kondisi memburuk, S&P DJI akan mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus bagi saham-saham dari Indonesia," tulis S&P DJI dalam pengumuman yang dirilis pada Rabu (8/7).

Lembaga tersebut menegaskan bahwa apabila perlakuan khusus diterapkan, evaluasi terhadap status klasifikasi pasar Indonesia akan dilakukan pada periode tinjauan berikutnya. Hasil evaluasi itu dapat berdampak pada perubahan status Indonesia dari kategori Pasar Berkembang (Emerging Market) menjadi Pasar Perbatasan (Frontier Market) apabila permasalahan transparansi belum terselesaikan.

Potensi penurunan klasifikasi tersebut menjadi perhatian karena status pasar dalam indeks global berpengaruh terhadap keputusan investasi berbagai investor institusi internasional. Perubahan status juga dapat memengaruhi aliran dana investasi asing yang mengikuti acuan indeks global.

Selain Indonesia, S&P DJI juga menyoroti kondisi pasar modal Turki yang menghadapi persoalan serupa terkait transparansi kepemilikan saham. Negara tersebut turut berpotensi mengalami peninjauan ulang klasifikasi pasar apabila belum mampu memenuhi standar transparansi yang ditetapkan.

S&P DJI menyebutkan bahwa proses evaluasi akan terus dilakukan selama satu tahun setelah penerapan perlakuan khusus. Dalam periode tersebut, perkembangan reformasi dan upaya peningkatan tata kelola pasar modal akan menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan akhir terhadap klasifikasi masing-masing negara.

Berdasarkan data S&P DJI per 15 Mei 2026, Indonesia memiliki bobot sebesar 1,68 persen dalam Indeks Pasar Berkembang. Sementara itu, tiga negara dengan porsi terbesar dalam indeks tersebut adalah Tiongkok dengan bobot 32,40 persen, disusul Taiwan sebesar 22,44 persen, serta India yang menguasai 18,76 persen.

Peringatan dari S&P DJI menjadi sinyal penting bagi pengelola pasar modal Indonesia untuk terus memperkuat transparansi dan tata kelola. Langkah tersebut dinilai penting agar daya saing pasar modal nasional tetap terjaga serta mampu mempertahankan kepercayaan investor global di tengah meningkatnya standar keterbukaan informasi di pasar keuangan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Hilirisasi Harus Berbasis p...
Megapolitan
Jakarta Punya Semua, Tak Bo...
Nasional
Kawasan Industri Hijau Baka...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Serukan Damai ...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa

SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.