Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Bencana Gempa M7,7 di NTT, Pastikan Penanganan Maksimal

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 12:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Bencana Gempa M7,7 di NTT, Pastikan Penanganan Maksimal Doc: Youtube GibranTV
Ket. Tangkapan layar - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan yang diunggah di kanal YouTube (@GibranTV), Jumat (13/2/2026).

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memastikan pemerintah akan melakukan penanganan secara maksimal.

"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana," kata Wapres Gibran dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Terkait gempa yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT itu Wapres memastikan pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan dampak bencana.

Tidak hanya itu, ia mengatakan pemerintah akan bergerak cepat dan berupaya melakukan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Gibran.

Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tektonik itu terjadi di kedalaman 15 kilometer berpusat di laut pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima (NTB) dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, serta Maros.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi ini, dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, tersebut. 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu, mengatakan dua korban jiwa tersebut tercatat berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.