Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat.

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 11:28 WIB | Oleh:
Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan pasar murah di Nganjuk, Jawa Timur. Pasar ini digelar untuk menekan inflasi.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengemukakan pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam pengendalian inflasi sekaligus mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.

“Harapannya ini adalah penetrasi pengendalian inflasi,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Nganjuk, Sabtu.

Menurut dia, pasar murah sengaja digelar di sejumlah lokasi yang dekat dengan permukiman, terutama kawasan yang relatif jauh dari pasar tradisional. Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak hanya dilakukan melalui stabilisasi harga, tetapi juga mendekatkan masyarakat dengan kebutuhan pokok.

Gubernur Khofifah juga mengatakan Pemprov Jatim terus menggelar pasar murah hingga akhir 2026 di berbagai daerah yang membutuhkan intervensi untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.

“Pasar murah ini unlimited, sampai akhir tahun terus kita gelar, nanti ganti tahun kita mulai lagi,” ujar dia.

Pemprov Jatim menggelar pasar murah di Nganjuk. Sejumlah komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram. 

Selain itu, bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.

Khofifah juga menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat.

“Kami akan terus menggelar pasar murah di titik-titik yang memang membutuhkan intervensi,” katanya.

Ia juga menyebut Pemprov Jatim terus memantau ketersediaan dan distribusi bahan pangan, termasuk MinyaKita. Pemantauan dilakukan setelah sempat terjadi pengurangan pasokan minyak goreng tersebut di sejumlah wilayah. 

Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga membagikan lebih dari 1.000 Bendera Merah Putih kepada masyarakat sekitar Lapangan Kramat dan siswa SMKN 2 Nganjuk.

Bersama Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, ia mengajak masyarakat mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu nasional.

Khofifah mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat nasionalisme di tengah momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.