Danantara Bawa Misi Ketahanan Pangan ke Panggung WEF
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Muhammad Heriyanto
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersiap memanfaatkan momentum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026 untuk memperluas jejaring dan menarik minat investor global.
Dalam forum tersebut, Danantara akan mempromosikan peluang kerja sama investasi pada sektor-sektor strategis yang dinilai memiliki prospek jangka panjang dan dampak struktural bagi perekonomian nasional.
Fokus penawaran mencakup transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan industri bernilai tambah, sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Indonesia.
Langkah ini mencerminkan upaya Danantara menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi yang kompetitif, berkelanjutan, dan relevan dengan tren global.
“Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami, yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan nasional. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan dan pengembangan industri yang bernilai tambah ya,” ujar Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara Jakarta, Jumat (9/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Arief memastikan bahwa Danantara akan fokus melakukan kerja sama investasi ke sektor-sektor yang membuka peluang penciptaan lapangan kerja di tanah air.
“Kita tentu juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang sangat imperative dalam penciptaan lapangan kerja, dan juga pertumbuhan inklusif ya,” ujar Arief.
Ia mengungkapkan bahwa Danantara telah banyak menjalin kemitraan strategis dengan negara lain maupun Sovereign Wealth Fund (SWF) lain sepanjang tahun 2025, yang mana penyelenggaraan WEF akan menjadi peluang untuk menambah kemitraan strategis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita juga telah mengumumkan beberapa kemitraan strategis dengan partner-partner kami di negara lain (tahun 2025), termasuk peer institutions kami, Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain ya. Ini kesempatan kami untuk melihat dan juga mengembangkan mitra-mitra baru nanti disana,” ujar Arief.
Menurut Arief, kehadiran Indonesia di WEF pada tahun ini akan memiliki kedekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, serta dunia usaha.
Ia menjelaskan bahwa Danantara akan berperan mendorong investasi strategis ke Indonesia, kemudian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bertindak selaku koordinator kebijakan dan promosi investasi, sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebagai representasi sektor swasta.
“Kita harapkan sinergi ini memperkuat Indonesia dalam ekosistem yang kredibel untuk menjadi mitra jangka panjang bagi modal global,” ujar Arief.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!