Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

JAFF Market 2026 Gandeng Amar Bank, Perkuat Ekosistem dan Pembiayaan Industri Film Indonesia

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 17:15 WIB | Oleh:
JAFF Market 2026 Gandeng Amar Bank, Perkuat Ekosistem dan Pembiayaan Industri Film Indonesia Doc: Istimewa
Ket. Industri perfilman Indonesia terus memperkuat fondasi ekosistemnya melalui kolaborasi lintas sektor. Amar Bank bersama JAFF Market menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) serta enam asosiasi perfilman nasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pengembangan kapasitas industri film dari hulu hingga hilir.

JAKARTA - Industri perfilman Indonesia terus memperkuat fondasi ekosistemnya melalui kolaborasi lintas sektor. Amar Bank bersama JAFF Market menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) serta enam asosiasi perfilman nasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pengembangan kapasitas industri film dari hulu hingga hilir.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari peluncuran JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank yang akan digelar pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Selain BPI, kolaborasi juga melibatkan APROFI, IFDC, PILAR, INAFEd, ICS, dan ACI guna membangun ekosistem perfilman yang lebih terintegrasi.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menilai sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan sektor keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan industri film yang berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film internasional, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, hingga pembiayaan karya-karya nasional.

"Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional," kata Menteri Kebudayaan.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendukung penyelenggaraan JAFF Market sebagai ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pelaku industri, investor, serta berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran platform tersebut diharapkan memperluas akses talenta dan karya Indonesia ke pasar internasional secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Harapannya agar ekosistem perfilman Indonesia yang sedang tumbuh ini dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan," lanjutnya.

Memasuki tahun kedua kemitraannya dengan JAFF Market, Amar Bank memperluas dukungannya tidak hanya pada penyelenggaraan acara, tetapi juga pada penguatan sistem pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakter industri kreatif. Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan industri film membutuhkan pendekatan keuangan yang berbeda karena berbasis proyek dan kolaborasi.

"JAFF Market telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai hub yang kuat dalam membangun ekosistem yang terintegrasi bagi industri film dan kreatif," ujar Vishal.

"Kami ingin mendorong solusi keuangan yang sesuai dengan model bisnis industri kreatif sehingga potensi kreatif dapat ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan," tambahnya.

Di tengah perlambatan ekonomi, industri film Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Cinepoint dalam laporan Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia berhasil menembus lebih dari satu juta penonton sebelum semester pertama tahun ini berakhir, menjadi pencapaian tercepat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Market Director JAFF Market Linda Gozali mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan industri film nasional telah memasuki fase yang lebih matang. Tantangan saat ini, menurutnya, bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah produksi film, melainkan memastikan setiap proyek memiliki akses terhadap pembiayaan, pasar, dan peluang kolaborasi yang lebih luas.

"Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Linda.

Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni menilai JAFF Market kini menjadi salah satu agenda terpenting bagi industri perfilman nasional. Menurutnya, marketplace tersebut berhasil mempertemukan seluruh pemangku kepentingan sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih besar bagi pelaku industri.

"Kami di BPI diberikan mandat untuk memajukan ekosistem perfilman, dan secara keekonomian serta pertemuan bisnis, JAFF Market telah menjadi agenda yang paling penting," kata Fauzan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

53 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.