Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis Angkot Pintar

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 17:27 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis Angkot Pintar Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan program angkot pintar menunjukkan hasil yang menggembirakan setelah berjalan selama satu tahun.

Dari sisi operasional, layanan dinilai berjalan dengan baik. Namun, tantangan terbesar masih berada pada aspek pengadaan armada yang membutuhkan biaya jauh lebih tinggi dibandingkan angkot konvensional.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan evaluasi selama setahun terakhir menunjukkan performa operasional angkot pintar telah memenuhi harapan. Meski demikian, harga kendaraan listrik yang digunakan masih menjadi kendala utama dalam memperluas implementasi program.

“Hasil evaluasi menunjukkan secara operasional angkot pintar sudah sangat baik. Tetapi tantangannya ada pada biaya pengadaan. Harga angkot listrik bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan angkot konvensional,” kata Wali Kota Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/6).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, serta Kementerian Perhubungan tengah menyusun skema pembiayaan agar pengadaan armada dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut dia, armada nantinya akan dioperasikan oleh koperasi angkutan kota yang telah lama menjadi tulang punggung transportasi publik di Kota Bandung, seperti Kobutri, Kopamas dan Kobanter. Dukungan pemerintah diharapkan mampu meringankan beban investasi para operator sehingga transformasi menuju transportasi ramah lingkungan dapat berjalan lebih cepat.

Selain pengadaan armada, Pemkot Bandung juga terus mengkaji rencana konvergensi atau konsolidasi kepemilikan angkot. Proses tersebut dinilai membutuhkan perhitungan yang matang karena melibatkan banyak pemilik kendaraan dengan kepentingan yang berbeda.

“Konvergensi masih terus dihitung. Menyatukan beberapa pemilik angkot menjadi satu entitas usaha bukan perkara mudah. Karena itu kami sedang menyusun model bisnis yang tepat,” ujar dia.

Wali Kota Farhan menjelaskan keberhasilan konvergensi hanya dapat tercapai apabila didukung skema subsidi yang jelas dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat diharapkan dapat berbagi peran dalam memberikan dukungan pendanaan agar sistem transportasi publik modern tetap layak secara ekonomi bagi para operator.

“Mesti ada bisnis model yang fix di mana nanti Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi sama-sama memberikan subsidinya karena harus disubsidi, tidak mungkin tidak,” pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
ITS Kembangkan AI untuk Det...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Perbanyak PJU...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.