Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sepanjang 2025, BMKG Mencatat 4.634 Gempa Bumi Terjadi di NTT

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sepanjang 2025, BMKG Mencatat 4.634 Gempa Bumi Terjadi di NTT Doc: ANTARA
Ket. Data sebaran gempa bumi di NTT pada 2025.

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi 4.634 gempa bumi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Total kejadian 4.634 gempa yang tercatat sensor dan nol kejadian dengan potensi tsunami selama 2025 di NTT,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Arief Tyastama, di Kupang, Rabu (07/1).

Ia menjelaskan total kejadian tersebut berlangsung pada periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2025. Sebelumnya pada 2024 jumlah gempa bumi di NTT tercatat sebanyak 4.025 kejadian.

Arief memaparkan aktivitas kegempaan tahun 2025 didominasi gempa kecil (M < 5) dengan 4.422 kejadian, serta gempa bumi dangkal (< 60 km) sebanyak 3.378 kejadian. Selain itu terdapat 37 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat, yang diantaranya merupakan gempa kuat di atas lima magnitudo sebanyak 13 kejadian.

“Gempa bumi dengan magnitudo terbesar tahun 2025 terjadi di Laut Sawu pada 27 Oktober 2025, dengan magnitudo hasil pemutakhiran BMKG sebesar 6,3, setelah sebelumnya dilaporkan memiliki kekuatan 6,8,” ujarnya.

Gempa menengah Laut Sawu itu, lanjut dia, terjadi di kedalaman 75 kilometer dan berlokasi sekitar 82 kilometer dari barat laut Kabupaten Timor Tengah Utara. Dampaknya dirasakan cukup signifikan dan meluas hingga wilayah Maumere, Ende, Kefamenanu, Alor, Kupang, Waingapu, dan Lembata.

Adapun guncangan gempa tersebut dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah hingga jendela bergetar, tetapi gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Lebih lanjut BMKG mengimbau masyarakat di wilayah NTT dan sekitarnya untuk tetap tenang, tidak panik, dan hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG. Masyarakat juga diminta memanfaatkan aplikasi Info BMKG dan WRS New Gen guna memperoleh informasi terkait gempa secara cepat dan akurat.

“Jika guncangan kuat dan berayun lama lebih dari 20 detik, segera jauhi pantai menuju tempat tinggi tanpa menunggu sirine,” kata Arief.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu atau prediksi gempa, karena hingga kini gempa bumi belum dapat diprediksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proyek Strategis Diharapkan Majukan Papua Selatan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Proyek Strategis Diharapkan...

Bolaang Mongondow Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bolaang Mongondow Diguncang...
Olahraga
Veda Ega Start  di Posisi K...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.