Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembongkaran 98 Tiang Monorel Mangkrak, Pemprov DKI Pakai Dana Rp100 Miliar

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Pembongkaran 98 Tiang Monorel Mangkrak, Pemprov DKI Pakai Dana Rp100 Miliar Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Pengendara melintas di dekat tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (21/10). Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti rencana pembongkaran tiang-tiang monorel di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika yang mangkrak selama hampir dua dekade dan akan dimulai pada Januari 2026 guna memastikan lahan bekas proyek tersebut.

JAKARTA - Pembongkaran 98 tiang monorel yang mangkrak berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan dana hingga 100 miliar rupiah.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar 100 miliar rupiah,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1).

Dia merinci, anggaran 100 miliar rupiah tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga menata ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Rasuna Said.

Untuk saat ini, kata Heru, pihaknya fokus untuk menata kawasan Jalan Rasuna Said terlebih dulu. Ia belum mengungkapkan kapan tiang monorel di kawasan Jalan Asia Afrika akan ditata.

Heru mengatakan, pihaknya akan merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur yakni meliputi jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar. Nantinya, area tersebut akan dibuat sama seperti Rasuna Said sisi Barat yang sudah lebih dulu rapi.

“Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya, akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya,” jelasnya.

Setelah jalan bekas tiang monorel tersebut dihilangkan, nantinya kedua jalur tersebut akan menyatu. Dengan demikian, nantinya jalur tersebut hanya ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler.

“Jadi kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya,” ucap Heru. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Ratas Pendidikan Gratis

1 jam lalu | Ones

Nasional
Ratas Pendidikan Gratis
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.