Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Langkah Awal yang Harus Dilakukan Bila Digigit Binatang Rabies

29 Rabu, 24 Sep 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Langkah Awal yang Harus Dilakukan Bila Digigit Binatang Rabies Langkah Awal yang Harus Dilakukan Bila Digigit Binatang Rabies Doc: ist
Ket. binatang potensial sebarkan rabies

JAKARTA -  Sekarang tengah digencarkan operasi untuk mengatasi binatang yang memiliki vires rabies agar tidak menular kepada manusia lewat gigitan. Ada langkah penting awal yang harus dilakukan usai seseorang digigit binatang rabies. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan mencuci luka selama 15 menit dapat menjadi pertolongan pertama bagi korban gigitan hewan penular rabies, misalnya anjing.

"Untuk pertolongan pertama pada kasus gigitan, yang pertama cuci luka gigitan tersebut di air yang mengalir selama 15 menit dengan sabun," kata Hasudungan dalam Podcast Rabu Belajar bertema "Peringatan Hari Rabies Sedunia: Upaya Pemprov DKI Jakarta mempertahankan sebagai Wilayah Bebas Rabies" di Jakarta, Rabu. Menurut dia, mencuci luka dengan air dan sabun bertujuan agar virus tidak bereplikasi.

Setelah dicuci, segera keringkan luka, kemudian desinfeksi luka dengan menggunakan senyawa iodin untuk membunuh virus. Setelah itu, segera bawa korban ke puskesmas terdekat sehingga puskesmas dapat berkoordinasi dengan rumah sakit umum daerah ataupun rumah sakit yang dirujuk sebagai tempat pertolongan pertama kasus penggigitan anjing ataupun kucing.

"Jadi, kasus penggigitan yang pertama, pertolongan pertama memang di rumah, kemudian membawa ke puskesmas terdekat untuk diberikan terapi sementara untuk lukanya saja. Dari puskesmas setempat akan memberikan rujukan kepada rumah sakit khusus yang melayani vaksinasi vaksin anti-rabies pada manusia atau VAR," ujar Hasudungan.

Beberapa rumah sakit pemerintah di Jakarta yang menjadi rujukan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR), yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso. "Kemudian untuk rumah sakit swasta, ada beberapa rumah sakit swasta yang menerima atau memberikan layanan VAR tersebut. Jadi, tidak semua rumah sakit ada stok VAR," jelas Hasudungan.

Sementara itu, gejala rabies pada manusia di tahap awal, yakni demam, badan lemas dan lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, dan sering ditemukan nyeri. Selain itu, muncul rasa kesemutan atau rasa panas di lokasi gigitan, cemas, dan mulai timbul fobia, yaitu hidrofobia (takut air), aerofobia (takut naik alat transportasi udara), dan fotofobia (takut cahaya) sebelum meninggal dunia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Ajak Pemu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.