Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UGM Turun ke Aceh, Pasang Penjernih Air Bertenaga Surya

📅 Jumat, 02 Jan 2026, 23:15 WIB | Oleh:
UGM Turun ke Aceh, Pasang Penjernih Air Bertenaga Surya Doc: (ANTARA/HO-Tim UGM
Ket. Petugas memasang panel surya sebagai bagian dari sistem penjernih air bertenaga surya di salah satu lokasi terdampak bencana di Aceh.

YOGYAKARTA - Tim relawan Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang sistem penjernih air bertenaga surya di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan fasilitas kesehatan.

"Sistem penjernih air yang dipasang memiliki kapasitas 500 hingga 1.000 galon per hari (GPD) atau setara 1.900 sampai 3.800 liter per hari," kata Dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM Adhy Kurniawan dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Adhy, air bersih dan listrik merupakan kebutuhan mendasar sehingga sistem panel surya tersebut meminimalisir ketergantungan pada listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).

"Ini mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih bagi ratusan warga, terutama di posko pengungsian," kata dia.

Program pemasangan sistem penjernih air tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk tanggap darurat bencana yang dilaksanakan secara lintas disiplin.

Selain melibatkan dosen Sekolah Vokasi UGM, kegiatan itu juga menggandeng tim relawan dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).

Saat ini, tim UGM telah melakukan pemasangan sistem penjernih air sederhana di satu titik, yakni RSUD Bener Meriah sebagai langkah awal penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak.

Berdasarkan hasil asesmen awal, alat penjernih air diprioritaskan untuk Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur, Kabupaten Bener Meriah.

"Selanjutnya penempatan alat penjernih air bertenaga surya akan dipasang di titik prioritas lainnya," ujar Adhy.

Selain penguatan layanan air bersih, tim relawan juga mendampingi pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan terdampak.

Di Puskesmas Bandar dan RSUD Muyang Kute, tim melakukan pengecekan terhadap fasilitas kamar operasi dan kamar bersalin, termasuk memastikan ketersediaan air bersih.

Ketua Tim Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team Academic Health System (TCK-EMT AHS) UGM Muhammad Nurhadi Rahman menuturkan salah satu tantangan utama dalam penanganan bencana kali ini adalah akses yang terputus, meski fasilitas kesehatan masih tetap beroperasi dengan kondisi terbatas.

"Air mati dari pukul 10 pagi hingga sekitar jam 7 malam. Kondisi ini sangat memengaruhi layanan kesehatan," ujarnya.

Nurhadi menambahkan koordinasi juga dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan gambaran kondisi infrastruktur air bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

46 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.