Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Setop Impor Beras, Gula, dan Jagung sebagai Bukti Kesiapan Swasembada Pangan

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Pemerintah Setop Impor Beras, Gula, dan Jagung sebagai Bukti Kesiapan Swasembada Pangan Doc: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ket. Petani membersihkan bulir padi yang dipanen di Sindangkasih, Ciamis, Jawa Barat

JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan larangan total impor beras, gula pasir, dan jagung sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini diambil setelah produksi pangan dalam negeri dinilai mengalami peningkatan signifikan dan dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Langkah tersebut menandai perubahan arah kebijakan pangan nasional menuju swasembada penuh. Pemerintah menilai ketergantungan pada impor tidak lagi relevan seiring membaiknya kinerja sektor pertanian domestik.

Pejabat senior Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan pemerintah bahkan telah menunda rencana impor beras industri yang biasanya digunakan untuk kebutuhan manufaktur. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Neraca Komoditas Nasional 2026.

Menurut Tatang, hasil peninjauan menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk beras, gula, dan jagung khusus konsumsi rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk menutup keran impor ketiga komoditas strategis tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta memprioritaskan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petani serta peternak dalam negeri.

Dengan menghentikan impor, khususnya beras industri, pemerintah ingin mendorong pelaku usaha agar menyerap hasil panen petani lokal. Strategi ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas produksi sekaligus meningkatkan standar pengolahan bahan baku di dalam negeri.

"Kami berharap bahan baku yang bersumber dari dalam negeri dapat memenuhi standar kandungan amilosa, kebersihan, viskositas, dan kekerasan," ujar Andi Amran Sulaiman.

Kebijakan larangan impor ini juga ditopang oleh proyeksi produksi yang dinilai cukup optimistis. Pemerintah menyebut data produksi tahun 2026 menunjukkan adanya surplus yang aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Untuk komoditas gula pasir, produksi nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 3 juta ton. Angka ini melampaui kebutuhan konsumsi tahunan yang berada di kisaran 2,836 juta ton.

Surplus gula juga diperkuat oleh stok sisa tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1,437 juta ton. Pemerintah menilai cadangan ini memberikan ruang yang cukup untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan.

Sementara itu, produksi jagung nasional diproyeksikan mencapai 18 juta ton pada 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang diperkirakan sebesar 17,055 juta ton.

Pemerintah optimistis kelebihan produksi jagung ini dapat menjadi bantalan yang efektif untuk menjaga ketahanan pangan. Surplus juga diharapkan mampu menekan gejolak harga di tingkat konsumen.

Untuk beras, pemerintah menyebut capaian produksi dalam negeri sudah cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Oleh karena itu, impor beras, termasuk beras industri, dinilai tidak lagi mendesak.

Pejabat pemerintah meyakini bahwa kondisi surplus ini memungkinkan Indonesia menjaga ketahanan pangan tanpa harus bergantung pada pasar global. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai dapat melindungi harga hasil panen petani dari tekanan produk impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Lulusan SD Bisa Berpenghasi...

Devisa Terkuras untuk Stabilkan Rupiah

24 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Devisa Terkuras untuk Stabi...
Luar Negeri
Gempa Dahsyat Filipina Picu...

Konflik Timteng Picu Inflasi Global

24 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Konflik Timteng Picu Inflas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.