BULOG: Stok Beras Nasional Capai 5,25 Juta Ton Tersebar di Seluruh Gudang!
📅 Senin, 10 Agu 2026, 22:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Perum BULOG menegaskan stok beras yang dikuasai saat ini mencapai sekitar 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026. Stok tersebut tersebar di seluruh jaringan gudang BULOG di Indonesia dan merupakan hasil akumulasi stok awal tahun serta penyerapan gabah petani dalam negeri sepanjang 2026.
Direktur Pengadaan Perum BULOG Prihasto Setyanto menjelaskan, pada 31 Desember 2025 BULOG menguasai stok beras sekitar 3,36 juta ton. Sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026, BULOG kembali menyerap gabah petani dalam negeri yang jika dikonversikan setara beras mencapai 3,67 juta ton.
“Secara akumulatif terdapat sekitar 7 juta ton stok yang dikelola BULOG sebelum memperhitungkan berbagai penyaluran dan pergerakan stok selama periode tersebut,” ujar Prihasto di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Prihasto menambahkan, stok sebesar 5,25 juta ton itu terus bergerak mengikuti kebutuhan penyaluran pangan nasional.
“Dari stok awal 3,36 juta ton ditambah penyerapan gabah petani setara 3,67 juta ton termasuk beras komersial, secara akumulasi mencapai sekitar 7 juta ton. Namun dalam periode berjalan, BULOG juga menjalankan berbagai penugasan dan penyaluran sehingga stok yang tersedia per 9 Agustus berada sebanyak 5,25 juta ton,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
*Stok Bergerak Setiap Hari*
Sepanjang 2026 sampai dengan 9 Agustus 2026, BULOG telah menyalurkan sekitar 1,78 juta ton untuk berbagai kebutuhan. Penyaluran itu meliputi Bantuan Pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penanganan bencana alam, kebutuhan Kementerian/Lembaga termasuk ASN serta TNI dan Polri, Kemensos, Pemerintah Daerah, penjualan komersial, serta kebutuhan lainnya.
“Stok beras ini bergerak setiap hari karena BULOG menjalankan fungsi pelayanan pangan kepada masyarakat. Perputaran ini juga penting untuk memastikan perawatan stok berjalan dengan baik dan menjaga umur simpan beras yang berada di gudang. Jadi, angka stok hari ini harus dipahami sebagai posisi stok pada suatu waktu, bukan berarti seluruh beras tersebut diam dan tidak digunakan,” jelas Prihasto.
Sebaiknya Anda baca juga:
*Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton*
Penguatan stok juga dilakukan melalui optimalisasi penyerapan produksi petani dalam negeri. Pada 2025, BULOG berhasil menyerap gabah petani setara 3 juta ton beras. Untuk 2026, target penyerapan ditingkatkan menjadi 4 juta ton setara beras.
Hingga 9 Agustus 2026, realisasi penyerapan gabah petani BULOG telah mencapai 3,67 juta ton setara beras, atau telah mendekati target tahunan. BULOG optimistis target 4 juta ton dapat tercapai lebih cepat, bahkan diproyeksikan menembus angka tersebut pada akhir September 2026. Dengan masih berlangsungnya musim panen gadu di sejumlah wilayah, realisasi penyerapan hingga akhir Desember 2026 berpotensi melampaui target.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap gabah petani yang memenuhi ketentuan dapat diserap secara optimal. Capaian 3,67 juta ton setara beras sampai awal Agustus menunjukkan bahwa penyerapan dalam negeri berjalan kuat,” kata Prihasto.
Ia menambahkan, untuk mencapai target 4 juta ton, BULOG masih menyerap dari petani dengan rata-rata di bulan Agustus ini sekitar 5 ribu ton per hari setara beras.
“Dengan masih adanya potensi panen gadu, kami terbuka untuk mencapai angka yang lebih tinggi hingga akhir tahun. Ini merupakan bagian dari komitmen BULOG untuk menjaga stok pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani dalam negeri,” pungkas Prihasto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!