Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangani Kebakaran KMP Putri Yasmin, Menhub Instruksikan Fokus Proses Pertolongan Penumpang

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 09:15 WIB | Oleh:
Tangani Kebakaran KMP Putri Yasmin, Menhub Instruksikan Fokus Proses Pertolongan Penumpang Doc: Dok. Istimewa

LOMBOK - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali pagi tadi, Rabu (12/8). Menhub Dudy menginstruksikan agar fokus pada proses pencarian, evakuasi dan pendataan penumpang. 

"Prioritas kami saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta memastikan mereka yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan yang diperlukan," tutur Dudy saat meninjau Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8). 

Ia menyatakan, sejak menerima informasi kejadian sekitar pukul 04.20 WITA, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi. 
  
Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat 114 penumpang, belum termasuk awak kapal. Sementara hingga sore tadi, jumlah penumpang yang telah ditemukan sebanyak 173 orang, di mana 172 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. Adapun pada malam ini, satu kapal sedang menuju Pelabuhan Lembar dan dikabarkan membawa 39 orang. 

"Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan," lanjut Dudy. 

Dudy menginstruksikan verifikasi menyeluruh untuk memastikan data manifest dan jumlah orang yang ditemukan. Adanya kemungkinan perbedaan jumlah penumpang dengan data manifest merupakan temuan serius yang akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi secara komprehensif.

“Untuk diketahui, ketika kapal mengajukan surat izin berlayar, pada umumnya jumlah penumpang sudah didaftarkan. Namun demikian, sebelum kapal benar-benar berlayar, biasanya ada penambahan penumpang yang tidak dilaporkan. Inilah yang menjadi bahan evaluasi, walaupun surat izin berlayar sudah diterbitkan, penambahan jumlah penumpang harus tetap dilaporkan,” ungkap Menhub.

Sementara mengenai penyebab kebakaran, Menhub menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kami tidak ingin mendahului hasil investigasi. Yang terpenting, penyebab kejadian ini nantinya dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. Satu hal perlu diketahui, KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada bulan Juni 2026,” imbuhnya. 

Kemudian, Dudy juga menyampaikan bahwa operasi penyelamatan akan dilakukan hingga 7 hari ke depan. Posko aduan masyarakat juga telah dibuka. Karena itu, apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko. 

Ia menambahkan, pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh haknya secara penuh, mulai dari biaya perawatan dan pengobatan, hingga santunan. Kendaraan penumpang juga akan mendapatkan penggantian dari  PT Asuransi Jasaraharja Putera. 

Selanjutnya, Dudy menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar, Distrik Navigasi Benoa, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, tenaga kesehatan, serta seluruh  unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin. Ucapan terima kasih juga disampaikan Menhub kepada kapal-kapal sekitar lokasi yang segera memberikan pertolongan begitu menerima informasi marabahaya.

“Seperti yang kita ketahui, perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini,” tutup Menhub. 

Sebagai informasi, setelah meninjau posko di Pelabuhan Lembar, Menhub menjenguk sejumlah korban yang sedang dalam perawatan di RSUD Patut Patuh Patju. Menhub berharap semua korban dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

10 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Luar Negeri
Uni Eropa Buru-Buru Tambah ...
Olahraga
Drama Real Madrid dan Presi...
Luar Negeri
Pengungsi Yaman Menjerit Bu...

Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat

41 menit yang lalu | Ones

Nasional
Awal Musim Hujan Bakal Lebi...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.