Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Mandiri Rombak Dewan Komisaris, Perkuat Pengawasan Ditengah Akselerasi Ekspansi

📅 Minggu, 21 Des 2025, 21:40 WIB | Oleh:
Bank Mandiri Rombak Dewan Komisaris, Perkuat Pengawasan Ditengah Akselerasi Ekspansi Doc: Istimewa

JAKARTA - Bank Mandiri menegaskan langkah penguatan tata kelola dan manajemen risiko dengan menyegarkan jajaran Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 19 Desember 2025. Dalam keputusan tersebut, pemegang saham menyetujui penunjukan Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai Wakil Komisaris Utama, serta B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat Bank Mandiri dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kehati-hatian pengelolaan risiko. Sebagai bank BUMN dengan peran strategis dalam menopang perekonomian nasional, Bank Mandiri dinilai membutuhkan pengawasan yang solid dan berlapis agar setiap keputusan bisnis tetap sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik.

Penguatan fungsi pengawasan tercermin dari penunjukan Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama. Sosok yang akrab disapa Zul ini dikenal sebagai bankir senior dengan rekam jejak panjang di Bank Mandiri dan berbagai BUMN strategis. Kariernya dimulai di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada 1988, sebelum kemudian terlibat langsung dalam proses pembentukan Bank Mandiri.

Pengalaman lintas fungsi, mulai dari pembiayaan proyek, hubungan kelembagaan, hingga manajemen risiko, mengantarkan Zulkifli pada posisi Direktur Utama Bank Mandiri pada periode 2010-2013. Dari sisi akademik, ia merupakan lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Washington, Amerika Serikat.

Tak hanya di sektor perbankan, Zulkifli juga pernah memimpin BUMN sektor energi sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) pada 2019–2021. Ia juga tercatat pernah menjabat Komisaris Independen di BNI serta Komisaris Utama PTPN III, yang memperkaya perspektif pengawasannya dalam mengelola organisasi besar dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Sementara itu, posisi Wakil Komisaris Utama diisi oleh M. Rudy Salahuddin Ramto yang memiliki latar belakang kuat di bidang kebijakan publik dan tata kelola investasi. Saat ini, Rudy menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi sekaligus Sekretaris Utama BKPM. Ia juga berpengalaman sebagai komisaris di sejumlah BUMN, seperti PT Aneka Tambang dan PT Asuransi Jasa Raharja.

Dari sisi pendidikan, Rudy menyelesaikan studi Sarjana Teknik Sipil di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan Master dan Doktor di bidang Engineering Management and Systems Engineering di The George Washington University, Amerika Serikat. Kombinasi pengalaman birokrasi dan akademik tersebut dinilai relevan dalam memperkuat fungsi pengawasan Bank Mandiri agar tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional.

Kehadiran Rudy di jajaran Dewan Komisaris diharapkan mampu memastikan ekspansi Bank Mandiri tetap berjalan disiplin dan prudent. Fokus pengawasan diarahkan agar pertumbuhan bisnis tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian, khususnya di tengah dinamika ekonomi global dan percepatan transformasi sektor keuangan.

Adapun posisi Komisaris Independen diisi oleh B. Bintoro Kunto Pardewo yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang moneter dan keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Executive Analyst dan Deputi Direktur di Bank Indonesia, sebelum kemudian berkiprah di holding jasa keuangan negara sebagai Komisaris PT Danareksa.

Bintoro merupakan lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia, meraih gelar MBA dari Iowa State University. Dengan latar belakang teknik dan manajemen, ia membawa pendekatan analitis yang kuat dalam memperkuat fungsi pengawasan independen, terutama terkait kualitas pengambilan keputusan dan pengendalian risiko.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyampaikan bahwa keputusan RUPSLB mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah pengelolaan perseroan. Menurutnya, penguatan Dewan Komisaris menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan dan penerapan tata kelola yang solid.

Dengan komposisi Dewan Komisaris yang diisi figur berpengalaman dari sektor perbankan, kebijakan publik, dan bank sentral, Bank Mandiri optimistis dapat mempertebal kualitas pengawasan internal. Penguatan ini diharapkan mampu menopang ekspansi bisnis dan transformasi layanan, sekaligus menjaga kepercayaan pasar dan meningkatkan kontribusi perseroan terhadap perekonomian nasional.

"RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga tata kelola dan manajemen risiko yang kuat," ujar Adhika dalam keterangan resmi, Jumat (19/12).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.