Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belasan Warga Sekitar Kebakaran TPA Jatiwaringin Diungsikan

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 23:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belasan Warga Sekitar Kebakaran TPA Jatiwaringin Diungsikan Doc: Antara
Ket. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik memberikan keterangan resmi terkait penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang, Banten.

Kabupaten Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan sedikitnya 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, terpaksa diungsikan ke lokasi aman akibat terdampak asap kebakaran di TPA Jatiwaringin pada Selasa sore.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Selasa, mengatakan dari belasan warga yang terdampak itu terdiri dari ibu hamil dan anak-anak, dimana mereka saat ini telah dievakuasi ke kantor desa setempat.

"Yang terdampak asap hanya rata-rata ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kami evakuasi ke kantor desa sebagai lokasi aman dari asap kebakaran," katanya.

Ia menjelaskan upaya evakuasi terhadap belasan warga ini dilakukan sebagai mengantisipasi dampak bahaya dari insiden kebakaran lokasi pembuangan sampah tersebut.

Untuk saat ini, lanjutnya, situasi kebencanaan kebakaran masih dalam Siaga I, dimana sejumlah titik api masih menyala dan dilakukan proses pemadaman.

"Kami berupaya untuk memadamkan api jangan sampai meluas, begitu. Walaupun titik apinya agak sulit, tapi minimal tidak meluas ke daerah sekitarnya," kata Achmad Taufik.

Ia mengatakan hingga pada pukul 21.25 WIB kebakaran TPA Jatiwaringin meluas menjadi lima hektare. "Kurang lebih tadi dengan dari Dinas LH, sekitar empat sampai lima hektare," tuturnya.

Pihaknya tengah mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan kejadian kebakaran. "Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," ucapnya.

Pengusulan bantuan kepada BNPB ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin, karena pihaknya masih mengalami kendala teknis terkait kondisi akses pemadaman yang dinilai sulit dijangkau oleh petugas pemadam.

"Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kita susah mengakses ke titik lokasi," kata Achmad Taufik.

Bantuan BNPB diharapkan berupa pengerahan helikopter water bombing yang dinilai efektif dalam mempercepat penanganan kebakaran saat ini.

"Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu," terangnya.

Kendati demikian saat ini pihaknya masih mengoptimalkan 10 kendaraan pemadam kebakaran dengan 45 personel untuk memadamkan api.

"Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Manajemen Pemerintahan Bekasi Mulai Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Manajemen Pemerintahan Beka...

Eropa Guyur Ukraina dengan Dana Rp122 Triliun

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Eropa Guyur Ukraina dengan ...
Luar Negeri
Sepi Penerus, Jepang Revisi...
Peternak Menjerit Harga Telur Anjlok, Desak Solusi Cepat dan Aturan Baru Pemerintah

Peternak Menjerit Harga Telur Anjlok, Desak Solusi Cepat dan Aturan Baru Pemerintah

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.