Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia Buat Rancangan Hukum Senjata Lebih Ketat, Usai penembakan Maut di Pantai Bondi Sydney

📅 Senin, 15 Des 2025, 19:20 WIB | Oleh:

Wakil Komisaris Kepolisian New South Wales Mal Lanyon membenarkan bahwa pria berusia 24 tahun tersebut masih hidup. Ia menyatakan pelaku kemungkinan besar akan menghadapi tuntutan pidana setelah kondisinya memungkinkan.

"Seorang pria berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit dan kemungkinan akan didakwa," kata Lanyon.

Polisi menyita enam senjata api dari lokasi kejadian. Aparat masih menyelidiki status perizinan senjata-senjata tersebut.

Menurut keterangan pejabat, sang ayah diketahui memiliki izin senjata api yang sah. Namun, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan apakah semua senjata yang disita terdaftar atas namanya.

Selain senjata api, petugas juga menemukan dua alat peledak rakitan di lokasi kejadian. Alat tersebut langsung diamankan dan dinetralisir oleh unit penjinak bom.

Keberadaan bahan peledak ini menambah tingkat keseriusan kasus tersebut. Aparat menyebut temuan ini sebagai bagian penting dalam penyelidikan lanjutan.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke turut memberikan keterangan mengenai latar belakang para tersangka. Ia mengatakan sang anak merupakan warga negara Australia kelahiran asli.

Sementara itu, ayahnya diketahui datang ke Australia pada 1998 menggunakan visa pelajar. Identitas lengkap keduanya belum diungkap ke publik oleh pihak berwenang.

Albanese juga mengungkap bahwa pelaku berusia 24 tahun sempat diselidiki pada 2019. Penyelidikan tersebut terkait dugaan keterkaitan dengan kelompok ISIS.

Namun, Albanese menegaskan bahwa saat itu tidak ditemukan indikasi ancaman berkelanjutan. Ia juga menyebut tidak ada tanda-tanda bahwa pelaku akan terlibat dalam aksi kekerasan.

Sehari setelah kejadian, Albanese secara terbuka menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kejahatan murni. Ia menilai penembakan ini bermuatan antisemitisme.

"Ini adalah tindakan terorisme dan antisemitisme," ujar Albanese.

Perdana menteri menyerukan persatuan nasional sebagai respons atas tragedi tersebut. Ia menegaskan bahwa kekerasan berbasis kebencian tidak memiliki tempat di Australia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.