Gawat, Konflik Iran-AS Memanas, Nilai Tukar Rupiah Terkapar di Level Mengkhawatirkan
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 16:58 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak lunglai atau melemah 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.893 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.886 per dolar AS.
Mata uang Garuda tertekan oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah hingga melampaui ambang batas 100 dolar AS per barel. Kabar mengenai pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran menjadi alarm bagi pasar global, yang kini mulai mencemaskan ancaman inflasi tinggi serta kebijakan moneter agresif dari bank sentral dalam bulan-bulan mendatang.
“Laporan media menyebutkan dua kapal tanker minyak internasional telah dihantam di dekat Irak. Laporan lain menunjukkan Oman mengevakuasi terminal ekspor minyak utama, sementara Iran terlihat memblokir Selat Hormuz—jalur pasokan utama untuk sekitar seperlima minyak dunia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Harga minyak lebih tinggi membuat pasar waspada terhadap peningkatan inflasi jangka panjang, yang memicu kekhawatiran atas kebijakan bank sentral yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang.
Walaupun Presiden AS Donald Trump berulang kali menyampaikan bahwa perang Iran hampir berakhir, konflik terus berlanjut antara AS-Israel dengan Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sentimen lainnya berasal dari rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Februari 2026 meningkat sebesar 0,3 persen month-on-month (mom), naik dari 0,2 persen mom sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen mom.
“Data CPI (Consumer Prices Index) Februari yang sesuai ekspektasi memberikan sedikit petunjuk, data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) masih ditunggu. Meskipun angka tersebut sesuai dengan ekspektasi, hal itu tidak banyak menghilangkan kekhawatiran tentang peningkatan tekanan harga di masa depan yang didorong oleh sektor energi,” ujar Ibrahim.
“Fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada data indeks harga PCE untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat (13/3), untuk mendapatkan petunjuk yang lebih pasti mengenai inflasi. Data tersebut merupakan tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam ekspektasi inflasi jangka panjang,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.899 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.867 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!