Jepang Beri Subsidi BBM untuk Cegah Kenaikan Harga Imbas Konflik Timteng
📅 Jumat, 20 Mar 2026, 03:13 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Anadolu
TOKYO - Pemerintah Jepang telah memulai kembali skema pemberian subsidi bahan bakar, Kamis, demi menahan kenaikan harga komoditas tersebut menyusul eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Subsidi ditetapkan sebesar 30,2 yen (Rp3.124) per liter BBM reguler hingga Rabu depan demi memastikan rata-rata harga retail (eceran) BBM nasional bertahan di sekitar angka 170 yen (Rp18.213).
Program subsidi tersebut juga mencakup bahan bakar diesel dan minyak berat untuk membantu meredakan tekanan biaya bagi dunia usaha serta bagi industri pertanian, perhutanan, dan perikanan.
Nilai subsidi bahan bakar dari pemerintah Jepang akan disesuaikan secara pekanan (mingguan/ per pekan) berdasarkan perkiraan harga retail pekan selanjutnya yang mencerminkan perubahan pada harga minyak mentah.
Harga BBM reguler di Jepang melonjak hingga ke angka tertingginya sebesar 190,8 yen (Rp20.462) per liter pada Senin (16/3), dampak dari kenaikan harga minyak mentah setelah serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keputusan pemerintah Jepang menetapkan subsidi kali ini dilakukan menyusul perkiraan bahwa harga BBM akan terus meningkat hingga 200,2 yen (Rp21.427) per liter pada pekan depan.
Meski subsidi BBM sudah diberlakukan, kementerian ekonomi Jepang menyampaikan bahwa waktu penurunan harga BBM bisa jadi berbeda antara satu SPBU dengan yang lainnya, mengingat masih ada cadangan BBM pra-subsidi yang belum dikeluarkan.
Pemerintah Jepang juga masih belum menetapkan kapan subsidi BBM akan diakhiri. Ant/Sumber: Kyodo-OANA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!