Konflik Thailand-Kamboja Kembali Membara, Upaya Mediasi Trump Sia-sia
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 13:30 WIB | Oleh: Lili Lestari"Pesawat militer Thailand belum berhenti melakukan pengeboman," demikian pernyataan tersebut.
Militer Thailand juga mengkonfirmasi bahwa pertempuran masih berlanjut.
Sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama meningkat pada tanggal 24 Juli, ketika Kamboja melancarkan serangan roket ke Thailand, yang kemudian dibalas dengan serangan udara.
Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah pertempuran sengit berhari-hari yang menewaskan puluhan orang, kedua negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut sepakat akan melakukan "gencatan senjata segera dan tanpa syarat" yang dimediasi oleh Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Hal ini diresmikan dalam sebuah upacara di Malaysia pada bulan Oktober yang dipimpin oleh presiden AS.
Namun, kedua belah pihak terus saling tuding melanggar gencatan senjata, Thailand mempublikasikan bukti bahwa pasukan Kamboja telah memasang ranjau darat, yang menyebabkan tujuh tentara Thailand kehilangan anggota tubuhnya. Kamboja mengatakan ranjau tersebut merupakan sisa dari perang saudara pada tahun 1980-an.
Sejak saat itu, ketegangan terus meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekan ini, Thailand melancarkan serangan udara di dalam wilayah Kamboja setelah dua tentaranya terluka dalam bentrokan Minggu lalu. Kamboja membalas dengan serangan roket. Pertempuran tersebut memengaruhi enam provinsi di timur laut Thailand dan enam provinsi di utara dan barat laut Kamboja.
Sengketa perbatasan darat Thailand dan Kamboja sepanjang 800 km telah berlangsung lebih dari satu abad. Perbatasan tersebut digambar oleh ahli kartografi Prancis pada tahun 1907, ketika Prancis menjadi penguasa kolonial di Kamboja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!