Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Thailand Tak Mau Ditekan dalam Pertemuan Menlu ASEAN Soal Konflik dengan Kamboja

📅 Minggu, 21 Des 2025, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Tak Mau Ditekan dalam Pertemuan Menlu ASEAN Soal Konflik dengan Kamboja Doc: BBC
Ket. Thailand dan Kamboja saling tuding melanggar gencatan senjata yang dimediasi AS, yang telah menghentikan sementara bentrokan kekerasan yang meletus awal tahun ini.

JAKARTA - Thailand, Sabtu (20/12), menyatakan bahwa Bangkok tidak akan "ditekan atau dirugikan" selama Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN pada Senin (22/12), yang akan membahas konflik perbatasan yang sedang berlangsung antara Thailand dan Kamboja.

Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, mengatakan Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow akan memimpin delegasi ke Malaysia untuk diskusi tersebut, menurut situs berita lokal The Nation.

"Sikap Thailand tetap jelas: negara ini menginginkan perdamaian dan tidak menimbulkan ancaman atau melanggar kedaulatan negara lain. Thailand secara konsisten menyatakan keinginannya untuk perdamaian abadi, dan Kamboja harus menunjukkan ketulusan dalam hal ini," katanya.

Tentara Thailand juga mengutuk Kamboja atas "penggunaan kekerasan terhadap sasaran sipil," meluncurkan roket BM-21 yang menghantam rumah-rumah dan Rumah Sakit Phanom Dong Rak.

Sementara itu, Kamboja mengatakan Thailand membombardir wilayah Kamboja dengan F-16, menurut Khmer Times.

Jet-jet Thailand juga menghancurkan Jembatan O' Jik, yang terletak di sepanjang perbatasan antara provinsi Siem Reap dan Oddar Meanchey, pada Jumat malam (19/12), menurut laporan tersebut.

Laporan itu juga mengatakan bahwa pada Sabtu (20/12), daerah sipil, termasuk bangunan komersial swasta dan sebuah sekolah dasar di distrik Thmor Da, provinsi Pursat, juga menjadi sasaran.

Utusan Khusus China untuk Urusan Asia, Deng Xijin, juga telah mengunjungi Phnom Penh untuk membahas upaya de-eskalasi dan mengakhiri konflik yang sedang berlangsung, kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kamboja pada Sabtu (20/12).

Selama kunjungannya, Deng bertemu dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, di antara pejabat tinggi lainnya pada Jumat (19/12).

"Selama pertemuan ini, kedua pihak menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata segera dan menekankan bahwa dialog damai tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk menyelesaikan perbedaan," kata pernyataan itu.

Deng menegaskan kembali bahwa China akan terus memainkan "peran konstruktif dalam memfasilitasi dialog antara Kamboja dan Thailand dengan tujuan untuk mempromosikan penyelesaian sengketa secara damai," menurut pernyataan tersebut.

Menurut otoritas Thailand, selama bentrokan yang sedang berlangsung, 21 tentara Thailand dan satu warga sipil tewas, sementara Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengatakan 18 warga sipil Kamboja telah tewas dan 78 lainnya terluka.

Thailand juga mengatakan bahwa 33 warga sipil tewas sebagai "dampak sampingan dari situasi tersebut," artinya mereka tewas secara tidak langsung akibat situasi tersebut.

Bentrokan terus berlanjut meski Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa para pemimpin kedua negara telah sepakat untuk menghentikan pertempuran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.