Seni Teater Diharapkan Terdorong dengan Gelaran Lokantara
📅 Jumat, 12 Des 2025, 08:02 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Festival Lakon Nusantara (Lakontara) digelar untuk mengangkat seni teater. "Lakon Nusantara ini kita inisiasi untuk mengangkat kembali teater sebagai seni untuk ber-storytelling," kata Direktur Film, Musik, dan Seni Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syaifullah. Dia mengatakan ini dalam acara penghargaan Festival Lakontara, di Jakarta.
"Kita pilih teater karena sudah mulai menurun trennya. Lalu kita tambah teater musikal karena sedang digemari saat ini," katanya. Dia mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak cerita lokal yang bisa ditampilkan dalam teater. Seni teater, menurut dia, bisa menjadi sarana untuk mementaskan cerita-cerita lokal sekaligus meningkatkan pengetahuan kaum muda mengenai kekayaan budaya Nusantara.
Ia menyampaikan bahwa Festival Lakon Nusantara merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan serta memberdayakan para pelaku seni dan budaya. "Jadi kita melestarikan budaya sekaligus menjadi salah satu sumber penerimaan, menyejahterakan pelaku seni dan budaya, sehingga dia bisa berkesenian dengan berkelanjutan," katanya.
Festival Lakon Nusantara mencakup program inkubasi bagi komunitas seni pertunjukan terpilih dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya. Selama program inkubasi, para pelaku seni pertunjukan terpilih mendapat pelatihan dan pembekalan dari para pakar. Festival Lakon Nusantara rencananya dilaksanakan lagi tahun depan dengan jangkauan yang lebih luas.
"Akan kita adakan lagi, kita akan lebih beri kesempatan untuk sanggar-sanggar di kota lain seperti Jawa atau seluruh Indonesia agar bisa ada kelompok yang bisa kita dorong untuk go internasional," kata Syaifullah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam acara penghargaan Festival Lakontara 2025, Teater Wani dari Sumedang mendapat penghargaan sebagai kelompok teater dengan naskah bervisi, kelompok teater dengan musik bervisi, teater dengan para pelakon bervisi, dan kelompok teater bervisi.
Penghargaan untuk kelompok teater dengan artistik bervisi dan kelompok teater dengan kostum dan tata rias lakon bervisi diraih oleh Khatulistiwa Art Company, sementara Artery Performa mendapat penghargaan kategori kelompok teater dengan penata tari bervisi. Lakon teater harus lestari, tak boleh mati. Untuk itu, berbagai cara, seperti festival Lokantara ini, dilakukan untuk melestarikannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!