Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketegangan Militer di Perbatasan Kamboja-Thailand Kembali Meningkat

📅 Senin, 08 Des 2025, 22:25 WIB | Oleh:
Ketegangan Militer di Perbatasan Kamboja-Thailand Kembali Meningkat Doc: Antara

Moskow - Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh Thailand memicu kembali ketegangan di perbatasan, dan menolak klaim Bangkok bahwa Phnom Penh melancarkan serangan roket dan tank di sepanjang garis batas.

Dalam pernyataannya, Senin, kementerian itu menuding justru pasukan Thailand yang lebih dulu menyerang posisi Kamboja sekitar pukul 05.00 waktu setempat (22.00 GMT Minggu). 

Serangan tersebut terjadi setelah “serangkaian provokasi” dalam beberapa hari terakhir untuk kembali meningkatkan ketegangan militer.

Kamboja menegaskan pihaknya telah menunjukkan “pengendalian diri maksimal” dan tidak melakukan serangan balasan, serta tetap berkomitmen pada mekanisme penyelesaian damai sesuai hukum internasional.

Kementerian Pertahanan Kamboja juga menyatakan telah memberi tahu Tim Pengamat ASEAN mengenai eskalasi terbaru dan berencana membuka penyelidikan menyeluruh.

Menurut Kamboja, militer Thailand terus menargetkan permukiman sipil di Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear, melukai warga dan merusak banyak rumah. 

Anak-anak, lansia, perempuan, dan laki-laki terpaksa mengungsi mencari tempat perlindungan sementara.

Pemerintah Kamboja sebelumnya melaporkan tiga warga sipil terluka akibat pertempuran tersebut.

Kementerian Pertahanan menuntut Thailand bertanggung jawab penuh atas tindakan agresinya dan segera menghentikan seluruh serangan.

Harian Khmer Times melaporkan bahwa hingga Senin pagi, 1.157 keluarga telah dievakuasi dari kawasan perbatasan, sementara evakuasi lanjutan masih berlangsung. 

Laporan itu menyebut pasukan Thailand menggunakan senjata berat sejak pagi, dengan serangan mencapai desa-desa yang berjarak 4–5 km dari perbatasan.

Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja meningkat sepanjang akhir pekan dan berlanjut hingga Senin, dengan kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Emas Ngulet Rp18.000

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
Megapolitan
Disdik DKI: SPMB di Jakarta...
Olahraga
Folarin Balogun
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.