Presiden Trump Warnai Undian Grup Piala Dunia 2026 dengan Kehadirannya dan Kontroversi Penghargaan FIFA
📅 Sabtu, 06 Des 2025, 12:50 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: Le Monde
JAKARTA - Undian fase grup Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington DC, Sabtu (6/12) dini hari WIB, berlangsung meriah sekaligus penuh muatan politik. Bukan hanya menjadi pembuka resmi menuju turnamen edisi ke-23, acara ini juga menampilkan pengaruh besar Presiden Amerika Serikat Donald J Trump, yang kehadirannya menjadi sorotan utama.Nuansa Trump di Kennedy Center
Pemilihan Kennedy Center sebagai lokasi undian dianggap sarat simbol politik. Sejak Februari 2025, Trump ditunjuk sebagai kepala pengelola gedung ikonik itu — perubahan besar mengingat sejak 1991 jabatan tersebut tidak pernah dipegang oleh presiden yang sedang menjabat. Trump bahkan mengganti istilah pimpinan dari “presiden” menjadi “chairman”.
Atmosfer “jejak Trump” terasa sejak awal acara, mulai dari protokol hingga tata panggung. Dan puncaknya, Presiden FIFA Gianni Infantino memanggil Trump dua kali sepanjang malam.
Hadiah Perdamaian FIFA yang Picu Kritik
Trump menjadi Presiden AS pertama yang hadir dalam undian Piala Dunia. Infantino kemudian memanggilnya ke panggung untuk menerima Hadiah Perdamaian FIFA, penghargaan baru yang diklaim diberikan kepada pemimpin dunia yang dinilai berkontribusi pada perdamaian global.
Trofi emas dengan simbol empat tangan memegang bola dunia diserahkan langsung kepada Trump, disaksikan sekitar 2.000 tamu undangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump menyebut penghargaan ini sebagai salah satu yang terbesar dalam hidupnya, sambil menegaskan bahwa pemerintahannya “telah menghentikan banyak perang dan menyelamatkan banyak nyawa”.
Namun penghargaan tersebut menuai kecaman. Human Rights Watch mempertanyakan proses penilaian yang dinilai tidak transparan — tanpa daftar nominasi, panel penilai, maupun prosedur penjurian yang jelas.
Isu Larangan Kunjungan dan Kehadiran Suporter
Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung pembuktian bagi klaim Trump sebagai “pembawa perdamaian”. AS masih memberlakukan daftar larangan kunjungan bagi warga dari 12 negara. Dua di antaranya — Haiti dan Iran — justru lolos ke Piala Dunia 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah AS memang menyediakan pengecualian bagi atlet dan ofisial sehingga mereka tetap dapat masuk. Namun suporter tidak mendapatkan jaminan yang sama. Kebijakan FIFA Pass hanya mempercepat proses administrasi visa, bukan memastikan visa disetujui.
Pelatih Haiti, Sebastien Migne, bahkan menyebut bahwa peluang fans hadir “bergantung pada keputusan Trump”.
Momen Hiburan: Trump Ambil Bola Undian AS
Pada sesi kedua, Trump kembali ke panggung bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk mengambil undian negara masing-masing. Acara ini lebih bersifat simbolis, sebab tiga tuan rumah sudah ditentukan penempatannya: Meksiko di Grup A, Kanada di Grup C, dan AS di Grup D.
Trump sempat bercerita tentang pengalaman pertamanya menonton sepak bola, yaitu saat melihat Pele bermain untuk New York Cosmos. Ia kemudian menyatakan bahwa AS tidak lagi menyebut sepak bola sebagai “soccer”, melainkan “football”. Pernyataan itu mendapat tepuk tangan meriah.
Peran Kanada dan Meksiko di Piala Dunia 2026
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia adalah proyek olahraga terbesar dalam sejarah Kanada. Ia juga menyebut dua pertiga penduduk Kanada menonton Piala Dunia sebelumnya, menandakan popularitas yang terus meningkat.
Meksiko, satu-satunya negara yang tiga kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, juga menunjukkan kebanggaannya. Presiden Claudia Sheinbaum menyebut turnamen 2026 sebagai perayaan panjang tradisi sepak bola di negara mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!