Budidaya Ikan Nila Menjadi Andalan Kaltim Jaga Ketahanan Pangan
📅 Jumat, 05 Des 2025, 05:16 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Masyarakat Indonesia memang kurang mengonsumsi ikan. Maka, pas bila Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur tengah mengoptimalkan pengembangan kawasan Kampung Budidaya Ikan Nila di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah ini sebagai strategi utama memperkuat ketahanan pangan protein hewani di daerah. "Pengembangan kawasan ini memiliki peran sangat strategis, yang bisa mencukupi kebutuhan protein antar-daerah di Kaltim," kata Kepala DKP Kaltim Irhan Hukmaidy di Samarinda, Kamis.
Kabupaten Kutai Kartanegara dipilih sebagai lokasi prioritas karena tercatat mendominasi 79 persen dari total produksi perikanan budidaya di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Kecamatan Loa Kulu sendiri menjadi sentra produksi terbesar di kabupaten tersebut dengan angka produksi mencapai 10.229 ton per tahun.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahkan telah menetapkan wilayah ini sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditi Nila melalui Keputusan Menteri KP Nomor 111 Tahun 2023. "Fokus optimalisasi saat ini diarahkan pada pemanfaatan potensi 11.582 kotak keramba yang tersebar di sepanjang aliran sungai dan anak Sungai Mahakam," jelasnya.
Selain metode keramba, pemerintah juga mendorong produktivitas budidaya kolam air tenang yang memiliki total luas lahan mencapai 244,70 hektare. Langkah intensifikasi ini dinilai pihaknya penting mengingat tingginya ketergantungan pasar terhadap komoditas ikan air tawar di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat.
Pemerintah daerah berupaya mengatasi sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti fluktuasi harga pakan yang cenderung meningkat dan membebani biaya produksi pembudidaya. "Sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan kepastian pasar dan akses teknologi yang lebih mumpuni," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari data DKP setempat menunjukkan bahwa sektor ini menjadi tumpuan ekonomi bagi 1.057 rumah tangga perikanan budidaya di kecamatan Loa Kulu. Lanjut Irhan, penggunaan teknologi tepat guna juga mulai diperkenalkan untuk memitigasi risiko kematian ikan akibat perubahan kualitas air saat musim kemarau atau banjir. Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) terus disosialisasikan agar hasil panen memiliki standar mutu dan keamanan pangan yang tinggi.
Galakkan Pertanian
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Aulia Rahman Basri mengajak pemerintah desa bersama masyarakat dan pihak terkait menggalakkan sumber daya pertanian dan keunggulan lokal sebagai persiapan transformasi menggeser industri ekstraktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika industri ekstraktif baik tambang batu bara maupun migas habis, maka akan jadi apa desa kita, maka sejak dini harus menyiapkan diri dengan menggali dan mengembangkan ekonomi lokal yang berkelanjutan," ujar Bupati Kukar Aula Rahman Basri di Tenggarong, Kaltim, Kamis.
Ia menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal desa seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Saat ini, Pemkab Kukar pun terus mengembangkan pertanian dalam arti luas baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hingga kelautan dan perikanan, karena sumber daya ini bisa dikembangkan.
Pola yang dilakukan dalam pengembangan sektor ini seperti rutin memberikan bantuan mesin dan peralatan kepada kelompok tani hingga akses permodalan, yakni melalui program kredit Kukar Idaman tanpa agunan platform sampai Rp500 juta.
Sebelumnya, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (2/12/2025), ia juga mengajak kades bersama pihak terkait selain menggali potensi desa juga melakukan pembangunan kawasan sehingga bisa dilakukan integrasi.
Ia kembali menegaskan bahwa suatu saat industri tambang akan berakhir, sehingga semua pihak harus menyiapkan diri dalam menghadapi transformasi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!