Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran 20 Hektare Lahan Kering di Sabu Raijua NTT Diduga Akibat Sisa Pembakaran Sampah

📅 Senin, 15 Jun 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran 20 Hektare Lahan Kering di Sabu Raijua NTT Diduga Akibat Sisa Pembakaran Sampah Doc: BPBD NTT
Ket. Tim petugas gabungan memadamkan api kebakaran lahan di Kabupaten Sabu Raijua, NTT

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kelalaian akibat pembakaran sampah diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran lahan yang menghanguskan areal seluas 20 hektare di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Senin (15/6), mengatakan bahwa cuaca kering ditambah dengan embusan angin kencang mempercepat rembetan api, sehingga lahan yang terbakar meluas.

"Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari sisa pembakaran sampah, yang kemudian terbawa angin, sehingga menyebar dan memicu kebakaran luas," kata dia.

Menurut dia, peristiwa kebakaran lahan tersebut melanda wilayah administrasi dua desa, yakni Desa Eimau dan Desa Eilode, yang terletak di kawasan Kecamatan Sabu Tengah.

Sebagaimana laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB, kobaran api mulai terdeteksi melahap vegetasi di hamparan lahan kering tersebut sejak Kamis (11/6) siang dan sempat membuat warga setempat khawatir akan merembet ke pemukiman.

Mendapat laporan kedaruratan tersebut, menurut Abdul, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya lokalisasi dan pemadaman titik api.

Dalam operasi pemadaman tersebut, tim reaksi cepat BPBD berkolaborasi aktif dengan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah daerah terkait, serta kelompok masyarakat peduli api binaan setempat.

Atas kejadian ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar secara sembarangan, terutama saat memasuki mu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sekolah Negeri Jakarta siap...
Daerah
Ramalan Cuaca Hari Ini Kota...

Harga Emas Ngulet Rp18.000

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.