Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya Nih, Psikolog: Uang Kerap Digunakan jadi Alat Regulasi Emosi

📅 Selasa, 02 Des 2025, 16:22 WIB | Oleh:
Bahaya Nih, Psikolog: Uang Kerap Digunakan jadi Alat Regulasi Emosi Doc: ANTARA/Sri Dewi Larasati
Ket. Psikolog klinis Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog menyampaikan financial coping dalam diskusi temu media di Jakarta, Selasa (2/12).

Jakarta -- Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog mengungkapkan bahwa financial coping atau uang itu sering digunakan menjadi alat untuk regulasi emosi.

“Banyak orang yang menggunakan financial coping. Jadi, uang itu bukan cuman alat tukar, bukan alat tukar antarbarang aja, tapi juga alat tukar emosi, yang tadinya sedih biar bisa jadi senang lagi,” kata Disya dalam diskusi temu media di Jakarta, Selasa.

Disya menilai perilaku seperti belanja berlebih, mengambil pinjaman, atau menghamburkan uang dijadikan sebagai cara tidak langsung mengurangi stres, kesepian, atau rasa tidak berdaya, di mana ketika seseorang merasa insecure atau ada bagian dari dirinya yang dirasa tidak puas sehingga mengeluarkan uang seolah seperti punya kontrol atau punya power.

“Banyak orang juga yang mengeluarkan uang tidak pada tujuan yang tepat, sehingga bisa jadi ini ada latar belakang kondisi emosi yang bisa dibilang kurang sehat. Tanpa disadari ini menciptakan pola yang namanya emotional spending atau emotional debt,“ tutur dia.

Disya menjelaskan bahwa ketika emosi seseorang menjadi sulit untuk berpikir logis atau berpikir dengan cara yang cukup bijak lantaran area di bagian otak yakni amigdala di otak yang berfungsi mengontrol emosi terpicu menjadi lebih aktif.

Di sisi bagian lain di otak, yakni prefrontal cortex yang berfungsi untuk mengambil keputusan, pemecahan masalah, berpikir strategis justru bekerja menjadi lebih lambat. Respons amigdala dinilainya seperti “sistem alarm” di otak yang membuat hormon kortisol meningkat sebagai tanda adanya ancaman.

“Otak logis kita tuh jadi kayak redup, jadi kita enggak bisa melakukan perencanaan atau pengambilan keputusan yang bijak. Inilah yang membuat seseorang itu cenderung impulsif, menghindar kalau ada masalah atau mengambil keputusan jangka pendek,” ujar Psikolog yang juga berpraktik di Mayapada Medical Center Kuningan Jakarta itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.