Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timwas Bencana DPR Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana Semeru

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Timwas Bencana DPR Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana Semeru Doc: ANTARA
Ket. Ketua Timwas Penanganan Bencana DPR RI M Husni.

JAKARTA– Tim Pengawas (Timwas) Penanganan Bencana DPR RI mendorong akselerasi untuk pemulihan terhadap kawasan Lumajang, Jawa Timur, yang telah terkena bencana erupsi dari Gunung Semeru.

Ketua Timwas Penanganan Bencana DPR RI, M Husni, mengunjungi wilayah-wilayah yang terdampak bencana itu untuk memastikan pemulihan pascaerupsi Gunung Semeru berjalan sesuai harapan masyarakat.

Semua informasi yang kami terima akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme. Tujuan kami memastikan proses penanganan berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Husni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (28/11).

Dia menjelaskan erupsi Semeru tahun 2025 merupakan erupsi terbesar sejak 2021 yang meluluhlantakkan infrastruktur penting. Berdasarkan data BNPB, menurut dia, lebih dari 1.200 warga terdampak langsung, ratusan rumah warga rusak berat, tanggul penahan lahar rusak, hingga akses jalan juga rusak.

Dia pun meninjau langsung lokasi-lokasi yang tengah menjalani pemulihan pascabencana, mulai dari relokasi warga ke hunian sementara, ketersediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi erupsi lanjutan.

Adapun Gunung Semeru, hingga akhir November 2025, masih berstatus Level IV (Awas).

"Kondisi kerusakan infrastruktur seperti tanggul dan jalan akan kami sampaikan ke Menteri PUPR sebagai mitra kami, termasuk soal meningkatnya kasus ISPA ke Kementerian Kesehatan," kata dia.

Di sisi lain, dia pun bersyukur tidak ada korban jiwa yang timbul akibat bencana tersebut. Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa mitigasi bencana di Lumajang sudah berjalan baik.

"Warga Lumajang sangat siap dan teredukasi. Tidak adanya korban jiwa adalah capaian besar, tapi masyarakat tetap harus mematuhi zona bahaya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.