Sinopsis Film 'LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG': Interpretasi Thriller Psikologis dari Kisah Legendaris
📅 Sabtu, 15 Nov 2025, 02:40 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: RRI
JAKARTA - Legenda Malin Kundang selama ini dikenal sebagai dongeng klasik Minangkabau tentang anak durhaka yang dikutuk menjadi batu. Namun, film "LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG" membawa kisah tersebut ke arah yang jauh berbeda—lebih gelap, penuh trauma, dan dibungkus atmosfer thriller psikologis. Diproduksi oleh Come and See Pictures, film ini menjadi reinterpretasi modern yang menyelami sisi emosional dan luka batin para karakternya.
Proyek ini ditulis oleh Joko Anwar bersama Aline Djayasukmana dan Rafki Hidayat. Menariknya, film ini juga menjadi debut panjang bagi dua sutradara baru, Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat. Dijadwalkan tayang pada akhir 2025, film ini hadir dengan pendekatan drama-misteri-thriller yang menonjolkan ketegangan bertahap, bukan sekadar horor mengejutkan.
Sinopsis "LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG"
Alif, seorang seniman lukisan mikro, baru pulih dari kecelakaan berat yang menyebabkan sebagian ingatannya hilang. Ia dijemput istrinya, Nadine, bersama anak mereka, Emir, untuk kembali ke rumah. Ketegangan mulai terasa ketika Nadine memberi tahu bahwa ibu Alif akan datang mengunjungi mereka dari kampung halaman.
Masalah muncul ketika Alif menyadari ia tak memiliki satu pun ingatan tentang sosok ibunya. Saat perempuan yang disebut sebagai ibunya itu tiba, Alif merasakan penolakan instingtif. Ia meyakini ada yang janggal—seolah perempuan itu bukan bagian dari hidupnya. Dari sinilah trauma dan kecurigaan Alif makin membesar, mendorongnya untuk mencari potongan masa lalu yang hilang sekaligus mempertanyakan kenyataan yang ia hadapi.
Konflik dalam film bergerak melalui dinamika psikologis, paranoia, dan misteri keluarga yang perlahan terkuak. Film ini tidak hanya menampilkan ketegangan, tetapi juga membawa penonton masuk ke labirin ingatan dan luka batin sang tokoh utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemeran "LEGENDA KELAM MALIN KUNDANG"
Film ini menampilkan deretan aktor dengan reputasi kuat di genre drama dan thriller:
-
Rio Dewanto sebagai Alif
-
Faradina Mufti sebagai Nadine
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Jordan Omar sebagai Emir
-
Vonny Anggraini
-
Nova Eliza
Para pemain mengungkapkan bahwa membangun chemistry emosional dalam film ini membutuhkan diskusi mendalam dan eksplorasi ekspresi mikro yang intens.
Teknis Produksi & Nuansa Kelam
Film ini digarap Come and See Pictures bersama Rapi Films dan Legacy Pictures, dengan distribusi internasional oleh Barunson EA. Joko Anwar sebagai produser memberikan sentuhan visual kelam, sinematografi rapat, serta desain suara yang menimbulkan tekanan psikologis.
Saat ini, film telah memasuki tahap pascaproduksi. Proyek tersebut diperkenalkan secara resmi pada konferensi pers 19 Mei 2025 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!