Butuh Kolaborasi untuk Memajukan Kualitas Pendidikan Nias Barat
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim PenulisMedan - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan, dibutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pihak dalam memajukan kualitas pendidikan di wilayah Kepulauan Nias, Sumut.
"Kebersamaan menjadi kunci mempercepat kemajuan pendidikan di Kepulauan Nias yang masih menghadapi berbagai keterbatasan," ucap Surya usai mengunjungi SMA Negeri 1 Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Selasa.
Wagub mengajak pemerintah daerah, para kepala sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan secara bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
Menurutnya, pembangunan kualitas pendidikan di daerah yang hingga kini dikategorikan sebagai daerah tertinggal masih membutuhkan dukungan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, pembenahan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak saja, tetapi juga harus dilakukan secara bersama-sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Keinginan-keinginan ini harus kita kolaborasikan secara bersama, sehingga apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa diwujudkan," ujar Surya.
Wagub juga berpesan kepada para guru agar menjalankan tugas mendidik dengan tulus dan ikhlas agar menjadi teladan bagi para siswa se- Kepulauan Nias.
Pihaknya menekankan, seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai orang tua dan pendidik yang membentuk karakter anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Didiklah anak kita ini dengan tulus dan ikhlas, menjadi teladan bagi anak-anak kita. Kita itu bersikap, bertindak sebagai orang tua, sebagai pendidik," jelasnya.
Surya juga mengungkapkan, bahwa terdapat perbedaan antara menjalankan profesi sebagai seorang guru, dan menjadi seorang pendidik.
"Pengabdian seorang guru tidak semestinya hanya diukur dari materi yang diterima. Memberikan ilmu kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan daerah," tutur dia.
Sedangkan seorang pendidik harus memahami setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga proses pembelajaran tidak dilakukan dengan menyamaratakan kemampuan seluruh siswa.
"Misal dari 32 anak yang kita berikan ilmu, belum tentu 32 ini sama kemampuannya. Pendidik tidak bisa memukul rata semua kemampuan anak sama," tutur Surya.
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu mengatakan, terdapat 31 satuan pendidikan SMA/SMK/SLB di wilayahnya. Namun, salah satu kendala dihadapi adalah keterbatasan jumlah pengawas sekolah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!