Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jutaan Warga Sudan Terancam Kelaparan, Butuh Bantuan Cepat

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 15:34 WIB | Oleh:
Jutaan Warga Sudan Terancam Kelaparan, Butuh Bantuan Cepat Doc: AFP/GUEIPEUR DENIS SASSOU

KHARTOUM - Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Senin (10/11) meminta tindakan mendesak untuk membantu jutaan warga sipil yang terdampak perang antara angkatan bersenjata Sudan dengan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Direktur IOM Amy Pope tiba di Sudan pada Senin untuk meninjau bantuan kemanusiaan di negara yang sedang berpegang tersebut dan meminta dunia internasional untuk bergerak cepat membantu jutaan warga sipil yang dilanda krisis.

"Lebih dari 30 juta orang membutuhkan bantuan. Hampir 10 juta mengungsi di dalam negeri, kata Pope di akun media sosial X.

Sejak 15 April 2023, militer Sudan dan RSF terlibat dalam perang yang gagal diakhiri oleh mediasi regional maupun internasional. Konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi.

Situasi memburuk akhir bulan lalu ketika RSF merebut El-Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara, dan melakukan pembantaian berbasis etnis, menurut organisasi lokal dan internasional.

Sementara itu, Unit Gawat Darurat Tawila di Darfur Utara, sebuah komite bantuan lokal, mengatakan bahwa kebakaran terjadi di sebelah timur kamp Dali, menghancurkan barang-barang milik warga sipil yang mengungsi.

Komite tersebut mengimbau organisasi-organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan guna membantu keluarga-keluarga yang terdampak.

Dengan jatuhnya El-Fasher, RSF menguasai kelima negara bagian Darfur di barat, dari 18 negara bagian Sudan, sementara tentara menguasai sebagian besar wilayah dari 13 negara bagian yang tersisa di selatan, utara, timur, dan tengah, termasuk ibu kota Khartoum.

Darfur mencakup sekitar seperlima wilayah Sudan, tetapi sebagian besar dari 50 juta penduduk negara tersebut tinggal di wilayah yang dikuasai militer. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.