Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laporan: Iran Barter Minyak dengan Sistem Pertahanan Udara HQ-9 Tiongkok, Mengancam F-15 Israel

📅 Senin, 10 Nov 2025, 21:53 WIB | Oleh:

Kemampuan HQ-9 untuk melacak dan mencegat beberapa target secara bersamaan menimbulkan kekhawatiran bahwa taktik saturasi dan serangan saturasi Israel mungkin kurang efektif terhadap sistem tersebut.

Kemungkinan Iran memperoleh atau mereplikasi teknologi kelas HQ-9 dikhawatirkan akan memperkuat perlindungan fasilitas strategis dan nuklir Teheran dari operasi jarak jauh Israel.

Di Suriah, jangkauan HQ-9 akan tumpang tindih dengan sistem S-300 dan S-400 Russia, menciptakan "payung" pertahanan yang lebih ketat dan berlapis-lapis bagi pesawat Israel.

Israel waspada terhadap tingkat ketahanan peperangan elektronik HQ-9 yang belum diketahui, karena kesalahan perhitungan dapat mengekspos aset udara bernilai tinggi mereka terhadap risiko yang tidak terduga.

Secara keseluruhan, HQ-9 bukan sekadar tantangan simbolis, tetapi juga ancaman struktural terhadap dominasi udara Israel di kawasan tersebut dengan menghadirkan ketidakpastian baru dalam perencanaan misi dan pemodelan ancaman.

Teknologi Rudal, Drone, dan Propelan Tiongkok Memperkuat Operasi Perang Proksi Iran

Laporan tersebut menguraikan rantai pasokan senjata yang jauh lebih luas, termasuk bantuan Tiongkok untuk drone Shahed, rudal balistik antikapal, dan program rudal berbahan bakar padat Iran yang kini lebih akurat.

Analisis tersebut juga menunjukkan bahwa sejak Februari 2025, Tiongkok telah meningkatkan keterlibatannya dalam ekosistem rudal Iran melalui transfer teknologi yang melewati kendali ekspor internasional.

Penilaian ini juga menyoroti dimensi maritim dari jaringan ini, yang sangat mengkhawatirkan karena didukung oleh sekitar 477 kapal tanker berusia lebih dari 15 tahun yang beroperasi di luar peraturan industri normal.

Jaringan ini juga melibatkan operasi kapal yang tidak dideklarasikan, sertifikat palsu, perusahaan cangkang, dan transfer antarkapal di Laut Tiongkok Selatan, perairan Malaysia Timur, dan rute ke Selat Malaka.

Sebagian besar minyak Iran diberi label ulang sebagai minyak Malaysia sebelum dikirim ke kilang-kilang kecil di Provinsi Shandong melalui pelabuhan-pelabuhan seperti Rizhao Shihua, Teluk Daya, dan Dongying.

Sanksi Mengancam Rute Perdagangan Global dari Laut Merah hingga Selat Malaka

Analisis menunjukkan bahwa 10 persen kapasitas kapal tanker dunia kini terserap ke dalam jaringan gelap ini, yang memicu risiko tumpahan minyak, tabrakan, konflik hukum, dan paparan rezim sanksi internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

24 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.