Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laporan: Iran Barter Minyak dengan Sistem Pertahanan Udara HQ-9 Tiongkok, Mengancam F-15 Israel

📅 Senin, 10 Nov 2025, 21:53 WIB | Oleh:

Pendapatan minyak dari jaringan ini pada gilirannya mendanai operasi kelompok-kelompok proksi Iran, termasuk Houthi di Yaman, yang telah melancarkan lebih dari 130 serangan terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah dan Teluk Aden sejak 2024.

Analisis keamanan menyatakan bahwa tingkat akurasi serangan Houthi telah meningkat sebesar 40 persen sebagai akibat dari penggunaan komponen pemandu buatan Tiongkok.

Kelompok-kelompok proksi Iran telah terdeteksi menggunakan operasi siber, pemalsuan GPS, dan taktik pembajakan kapal seperti insiden Stena Impero.

Proyeksi keamanan juga menunjukkan bahwa pembajakan di Selat Hormuz dapat meningkat hingga 30 persen pada tahun 2027.

Rute penyelundupan senjata Iran ke Suriah dan Yaman semakin diperkuat melalui jaringan minyak gelap ini, sehingga mempersulit upaya pencegahan internasional.

Mekanisme ini tetap berlaku meskipun telah ada 19 putaran sanksi AS yang dijatuhkan terhadap lebih dari 253 kapal dan entitas sepanjang tahun 2025.

Tiongkok, meskipun menyerap lebih dari 60 persen minyak Iran, hanya membekukan aset terkait Teheran senilai USD 500 juta (RM 2,35 miliar) dan mengizinkan arus pelayaran untuk dilanjutkan.

Situasi ini merusak integritas tata kelola maritim global dan membuat perusahaan pelayaran dan pelabuhan menghadapi risiko kepatuhan dan reputasi yang lebih tinggi.

Operator maritim didesak untuk meningkatkan inspeksi lalu lintas, audit jalur pengiriman, pemeriksaan kepemilikan manfaat, dan protokol inspeksi yang mendalam.

Implikasi geopolitiknya jauh melampaui Asia Barat, menggeser keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik dan melemahkan dominasi maritim AS.

Peralihan Iran ke sistem navigasi BeiDou Tiongkok setelah gangguan GPS selama Perang 12 Hari menghubungkan jaringan penargetan dan perutean maritim Iran dengan infrastruktur strategis Beijing.

Perkembangan ini dapat memungkinkan koordinasi penargetan Iran-Tiongkok di masa mendatang, sehingga mempersulit operasi militer AS dan Israel.

Negara-negara Asia seperti India dan Jepang semakin khawatir tentang ancaman keamanan di Laut Merah dan Teluk Aden yang memengaruhi jalur perdagangan utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.