Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laporan: Iran Barter Minyak dengan Sistem Pertahanan Udara HQ-9 Tiongkok, Mengancam F-15 Israel

📅 Senin, 10 Nov 2025, 21:53 WIB | Oleh:
Laporan: Iran Barter Minyak dengan Sistem Pertahanan Udara HQ-9 Tiongkok, Mengancam F-15 Israel Doc: Istimewa
Ket. Israel memandang HQ-9 sebagai ancaman serius karena pertahanan udara jarak jauhnya dapat mempersempit Rua NG operasional Israeli Air Force di Suriah, Lebanon, dan Mediterania Timur.

TEHERAN - Sebuah analisis keamanan maritim terbaru mengungkap aliansi minyak-untuk-senjata Iran-Tiongkok yang sebelumnya beroperasi secara diam-diam dan kini tengah membentuk kembali lanskap kekuatan regional, meningkatkan konflik proksi, dan menciptakan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada jaringan keamanan maritim Indo-Pasifik dan Timur Tengah.

Dari Defence Security Asia, laporan yang berjudul "Lingkaran Perdagangan Minyak-untuk-Senjata Tiongkok-Iran: Entitas, Sanksi, dan Implikasinya terhadap Perang Proksi" merinci bagaimana Teheran menukar sebagian besar ekspor minyak mentahnya dengan perangkat keras militer Tiongkok yang semakin canggih, termasuk sistem pertahanan udara jarak jauh HQ-9, teknologi pemandu rudal, komponen drone, dan input propelan berbahan bakar padat.

Pengaturan ini bermula dari Kemitraan Strategis Komprehensif 2021 antara kedua negara, tetapi analisis terbaru tahun 2025 menunjukkan adanya ekonomi barter yang jauh lebih dalam dan terstruktur yang dirancang khusus untuk menghindari sanksi Barat melalui jaringan perusahaan proksi, kapal tanker penghancur AIS, dan jalur pendanaan perang proksi.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa mekanisme penggunaan ganda ini bukan lagi sekadar skema penghindaran sanksi, tetapi telah menjadi inti modernisasi militer Iran setelah konflik 12 Hari dengan Israel pada Juni 2025 yang mengungkap kelemahan utama dalam arsitektur pertahanan udaranya.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa ekspor minyak Iran, yang diperkirakan antara 1,5 dan 2,0 juta barel per hari, menghasilkan sekitar 53 hingga 54 miliar dolar AS per tahun, dengan 80 hingga 90 persen di antaranya mengalir langsung ke Tiongkok, memberikan Beijing pengaruh ekonomi yang luar biasa atas keputusan strategis Teheran.

Ketergantungan yang semakin melebar ini menciptakan ketidakseimbangan struktural dalam hubungan bilateral, yang memungkinkan Beijing untuk mendikte laju dan skala modernisasi militer Iran sejalan dengan aspirasi strategis Tiongkok di Indo-Pasifik.

Para analis yang telah mengkaji siklus barter ini mencatat bahwa volume minyak yang dikirim ke Tiongkok telah menjadikan Beijing tulang punggung keuangan ekosistem pertahanan Iran, yang memungkinkan Teheran untuk melewati kebuntuan pengadaan militer yang disebabkan oleh sanksi Barat.

Pengaturan ini juga telah meningkatkan pengaruh Tiongkok atas koridor maritim strategis karena kelancaran ekspor minyak Iran merupakan elemen kunci dari keamanan energi jangka panjang dan postur angkatan laut Beijing di Samudra Hindia.

Temuan analisis menjelaskan bahwa mekanisme minyak untuk senjata ini telah menciptakan siklus ekonomi gelap yang kuat di mana pengiriman maritim ilegal, transfer senjata, dan pembiayaan perang proksi saling memperkuat, sehingga jaringan ini sulit untuk dirusak melalui tekanan diplomatik atau sanksi.

Penilaian intelijen regional menunjukkan bahwa jaringan Iran-Tiongkok yang meluas ini dapat memperkuat ketegasan geopolitik Teheran sebagai jalur alternatif yang melemahkan paksaan ekonomi Barat.

Jejak Militer Tiongkok di Iran Mendukung Pergeseran Geopolitik di Indo-Pasifik dan Asia Barat

Laporan tersebut menyoroti bagaimana negosiasi yang melibatkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Staf Umum Iran (AFGS), dan perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti Haokan pada Oktober 2025 secara eksplisit menghubungkan pengiriman minyak mentah dengan pasokan senjata, yang menggambarkan adanya "siklus barter langsung antara pendapatan minyak dan kemampuan militer."

Analisis tersebut menyatakan bahwa kesepakatan tersebut melibatkan sistem terkait HQ-9, input propulsi rudal, teknologi drone, dan komponen pemandu presisi yang membentuk apa yang digambarkannya sebagai "saluran yang mulus antara aliran minyak Iran dan transfer senjata Tiongkok."

Laporan tersebut menambahkan bahwa kesepakatan ini muncul setelah serangan udara Israel pada Juni 2025 menghancurkan pusat produksi rudal Iran dan melemahkan sebagian besar pertahanan udaranya, sehingga memaksa Teheran untuk sepenuhnya bergantung pada pasokan eksternal guna memulihkan kemampuan pencegahannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.