Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Gabah, Kopi, dan Kakao Naik, Daya Beli Petani Lampung Ikut Menguat.

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 12:42 WIB | Oleh:
Harga Gabah, Kopi, dan Kakao Naik, Daya Beli Petani Lampung Ikut Menguat. Doc: Antara Foto
Ket. Petani bawang yang ada di Kabupaten Pesawaran sedang mengelola lahannya.

Daya beli petani di Provinsi Lampung mengalami kenaikan, yang ditandai dengan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 132,64 atau meningkat 2,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dikerek oleh harga komoditas andalan seperti gabah, kopi, dan kakao.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Hermawan Prasetyo menjelaskan tren positif tersebut terjadi karena kenaikan harga jual hasil panen lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya yang harus dikeluarkan petani untuk kebutuhan hidup dan produksi.

"Kondisi ini mencerminkan adanya perbaikan daya beli petani di Provinsi Lampung. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat 2,11 persen menjadi 172,46, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya mengalami kenaikan sebesar 2,09 persen menjadi 130,03," ujar Hermawan dalam paparannya secara daring di Bandarlampung, Senin.

Jika dirinci berdasarkan subsektornya, lonjakan daya beli paling besar dirasakan oleh petani di subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang naik 2,63 persen menjadi 166,61. Disusul oleh subsektor Tanaman Pangan yang naik 2,45 persen menjadi 112,70, serta subsektor Perikanan yang meningkat 1,50 persen.

Khusus untuk perikanan, peningkatan paling besar didorong oleh perikanan budidaya (naik 2,40 persen), sedangkan perikanan tangkap hanya naik tipis 0,21 persen.

Meski secara umum daya beli petani membaik, masih terdapat dua subsektor yang mengalami penurunan nilai tukar. Subsektor Hortikultura tercatat turun 0,78 persen menjadi 133,40, dan subsektor Peternakan menyusut 0,23 persen menjadi 99,06.

Sementara itu, sedikit naiknya beban biaya yang harus dibayar petani pada Juli 2026 lebih banyak dipengaruhi oleh naiknya harga kebutuhan pangan rumah tangga, seperti bawang merah, cabai merah, dan telur.

Sebagai informasi, Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani dengan membandingkan indeks harga yang diterima dari hasil produksi dengan indeks harga yang dibayar untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Advertisement
Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.