Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah TPPO, Imigrasi Labuan Bajo Bentuk Timpora hingga Tingkat Kecamatan di Ngada

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 07:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah TPPO, Imigrasi Labuan Bajo Bentuk Timpora hingga Tingkat Kecamatan di Ngada Doc: ANTARA
Ket. Suasana pertemuan dalam pembentukan Timpora oleh Kantor Imigrasi Labuan Bajo di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO – Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), membentuk tim pengawasan orang asing (Timpora) hingga ke tingkat kecamatan di Kabupaten Ngada guna memperkuat pengawasan orang asing serta mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

"Peran aktif masyarakat dan anggota Timpora sangat dibutuhkan untuk mendeteksi dan mencegah potensi pelanggaran keimigrasian," kata Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Saifuls Basyir, dalam keterangan resmi yang diterima di Labuan Bajo, Kamis (06/11). 

Ia mengatakan pengawasan orang asing dapat berjalan lebih optimal melalui sinergi antara berbagai instansi di daerah guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. 

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan TPPO terlebih Provinsi NTT merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran terbanyak di Indonesia.

“Karena itu, perlu ada kesadaran sejak dini untuk melakukan filter dan screening terhadap warga yang akan bekerja ke luar negeri dan pengawasan pertama justru dimulai dari keluarga, agar tidak ada lagi korban yang terjerumus dalam kasus TPPO,” ungkapnya. 

Melalui pembentukan Timpora tingkat Kecamatan Riung, ia berharap terjalin sinergi yang kuat antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah serta memastikan keberadaan orang asing di Kabupaten Ngada tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, melindungi warga negara serta mendorong pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berintegritas," katanya. 

Sementara itu, Camat Riung Kasmin Belo menyampaikan wilayah Riung merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ngada yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Oleh karena itu, lanjut dia, sangat diperlukan adanya pemahaman bersama terkait pengawasan terhadap orang asing serta upaya pencegahan TPPO. 

“Riung adalah daerah pariwisata yang banyak dikunjungi warga negara asing (WNA), penting bagi kita semua untuk mengetahui langkah-langkah pengawasan dan pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang dapat terjadi," katanya. 

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, selama Januari-Juni 2025 tercatat sebanyak 52.085 wisatawan melakukan kunjungan ke daerah itu. Dari jumlah tersebut, 50.285 merupakan wisatawan nusantara dan 1.800 wisatawan mancanegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.