Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati! Pembiayaan Ultra Mikro Bisa Gagal Dorong UMKM Jika Salah Sasaran

📅 Senin, 03 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hati-hati! Pembiayaan Ultra Mikro Bisa Gagal Dorong UMKM Jika Salah Sasaran Doc: antara
Ket. Pembangunan Ekonomi - Mayoritas UMKM di Level Mikro sehingga Butuh Penguatan Modal

Pembiayaan ultra mikro bisa gagal mendorong pengembangan UMKM jika dipakai untuk kegiatan konsumtif, bukan produktif alias mendukung perluasan usaha. 

JAKARTA – Dorongan agar pemerintah memperluas pembiayaan ultra mikro dinilai strategis untuk memperkuat daya saing usaha mirko kecil dan menengah (UMKM), terutama dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. Namun, implementasinya perlu kehati-hatian agar pembiayaan tersebut benar-benar diarahkan untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif, sehingga mampu menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemandirian pelaku usaha.

Pemerhati masalah kemiskinan Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi menilai pembiayaan ultra mikro bisa menjadi bagian dari pembelajaran literasi keuangan bagi masyarakat, terutama untuk pengelolaan keuangan usaha. "Tetapi perlu kehati-hatian agar ultra mikro tidak digunakan untuk pembiayaan yang bersifat konsumtif," tegasnya kepada Koran Jakarta, Minggu (2/11).

Menurut Hafidz, pembiayaan ultra mikro semestinya ditujukan untuk kegiatan produktif yang bisa dikembangkan lagi ke depannya. Sementara untuk pembiayaan konsumtif seperti penunjang kebutuhan makan atau pembelian kebutuhan rumah tangga lainnya sebaiknya dikelola berbasis koperasi.

Untuk kelompok paling rentan, Hafidz menilai perlu adanya jaminan sosial bersyarat yang komprehensif seperti program keluarga harapan (PKH). Hal itu untuk masuk ke standar hidup layak minimum. Setelah itu, tahap berikutnya, kelompok tersebut didorong untuk bekerja atau melatih skill produksi yang dapat menghasilkan nilai ekonomi sebelum diperkenalkan ke kredit ultra mikro.

"Azas kehati-hatian dalam pengembangan kredit baik mikro atau ultra mikro perlu agar membangun ekosistem nasabah yang produktif, bukan aji mumpung memanfaatkan peluang akhirnya justru menimbulkan masalah sosial baru di akar rumput," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan pekerjaan rumah terbesar sekarang adalah mendorong UMKM naik kelas, dari mikro menjadi kecil. Dari kecil menjadi menengah kemudian menengah menjadi besar.

Esther menambahkan mayoritas UMKM sekarang berada pada kelas mikro, sehingga perlu akses ke pembiayaan lebih besar untuk penguatan modalnya. Tak hanya modal, lanjutnya, mereka harus dibeikan pendampingan (technical assistance).

Tanpa bimbingan teknis, ujarnya, UMKM akan berpotensi menggunakan uangnya untuk beli barang konsumtif, seperti mobil. "Dengan bimbingan teknis, UMKM juga didorong administrasi keuangan dan lain lain lebih rapi," ungkap Esther.

Kendala berikutnya adalah akses pasar. Banyak UMKM memiliki kemampuan baik produksi yang baik namun terkendala akses pasar, sehingga produk yang dihasilkan tidak terserap optimal.

Atas Kemiskinan

Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto menilai pemerintah perlu mendorong pembiayaan ultra mikro lebih masif sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan yang menjadi program prioritas pemerintah. “Kredit ultramikro penting untuk akses mereka yang berada di ekonomi bawah dan belum bankable. Ini sekaligus mendidik mereka lebih bisa mengelola keuangan seiring pertumbuhan usaha mikronya,” kata Eko, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, secara umum pembiayaan ultramikro bisa menjadi satu pilihan cara untuk mendorong perbaikan ekonomi kalangan bawah. Namun, dengan plafon kredit ultramikro yang karena menyesuaikan dengan kemampuan membayar peminjam, menurut Eko, perlu dukungan kebijakan pemerintah di tingkat makro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Jumlah Anggota DPRD Kemungkinan Turun

32 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...

Hudson: Supporter Stadion Utama GBK Sangat Fanatik

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Nasional
Makna Dibalik Peristiwa di ...
Luar Negeri
Trump Klaim Iran Hampir Men...
Megapolitan
516 Angkot Bogor Masih Dibu...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.