WHO Sebut Penanganan Iklim Masih Lambat
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 16:02 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/JOHN WESSELS
JENEWA - Ketergantungan berlebihan terhadap bahan bakar fosil dan kegagalan beradaptasi dengan dunia yang semakin panas telah menimbulkan dampak yang menghancurkan pada kesehatan manusia, menurut laporan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Laporan Lancet Countdown on Health and Climate Change tahun 2025, yang disusun bekerja sama dengan WHO dan dirilis pada Rabu (29/10), menemukan bahwa 12 dari 20 indikator utama yang melacak ancaman kesehatan telah mencapai tingkat rekor, yang menunjukkan bagaimana kelambanan aksi iklim merenggut nyawa, membebani sistem kesehatan, dan melemahkan perekonomian.
Angka kematian terkait panas meningkat 23 persen sejak 1990-an, mendorong jumlah kematian terkait panas menjadi rata-rata 546.000 kematian per tahun, kata laporan itu.
Pada saat yang sama, peristiwa cuaca ekstrem menyebabkan 124 juta orang lainnya mengalami kerawanan pangan pada 2023.
Dampak ekonominya sangat parah, dengan paparan panas yang mengakibatkan penurunan produktivitas setara dengan 1,09 triliun dolar AS pada 2024, menurut laporan tersebut.
"Krisis iklim adalah krisis kesehatan. Setiap sepersekian derajat pemanasan mengakibatkan hilangnya nyawa dan mata pencaharian," kata Jeremy Farrar, asisten direktur jenderal untuk promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan di WHO. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!