Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Tambah Armada Operasi Modifikasi Cuaca di Semarang

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 16:56 WIB | Oleh:
BNPB Tambah Armada Operasi Modifikasi Cuaca di Semarang Doc: BNPB

JAKARTA - Banjir di Semarang, Jawa Tengah, belum juga surut. Di sejumlah titik, genangan air masih bertahan akibat sisa hujan kemarin.

Menghadapi situasi ini, BNPB mengambil langkah strategis dengan menambah armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penambahan pesawat penabur bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) dilakukan untuk mengendalikan awan hujan.

Awan pembawa hujan dilaporkan mengepung wilayah Semarang dari berbagai arah. Upaya ini dilakukan agar potensi hujan lebat dapat ditekan dan genangan cepat surut.

Pantauan Tim Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB menunjukkan genangan masih meluas. Jalan Kaligawe Raya hingga wilayah Genuk masih tergenang cukup parah.

“Ketinggian air di depan RSI Sultan Agung bahkan kembali naik hingga 90 sentimeter. Genangan masih ada di sejumlah daerah," kata Kepala Pusdatinkom BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (30/10).

Beberapa truk besar terlihat terseok melewati jalur tersebut, sementara kendaraan kecil tidak mampu melintas. Banyak pekerja di kawasan industri Kaligawe terpaksa menumpang truk yang lewat agar tetap bisa bekerja.

Ia mengatakan, banjir masih merendam 15 kelurahan di tiga kecamatan. Sebanyak 22.669 jiwa terdampak dan 39 jiwa di antaranya harus mengungsi.

“Tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat laka air. Sementara satu orang masih dalam pencarian,” kata dia.

Untuk mempercepat surutnya air, pompa milik BBWS, PPSDA, dan BNPB terus beroperasi tanpa henti. Air dari kawasan tengah hingga utara kota dialirkan ke dua kolam retensi sebelum menuju Laut Jawa.

Namun debit air masih meningkat karena kiriman dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin belum berhenti. Meski wilayah hilir tak diguyur hujan, bagian hulu justru masih bergejolak.

Radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani menunjukkan awan konvektif dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Kondisi ini membuat banjir di Kota Semarang seolah enggan pergi, keberadaan proyek tol dan tanggul laut dinilai turut memperlambat aliran air menuju laut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.