Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Berharap Capai Kesepakatan dengan Tiongkok soal Perdagangan, Kedelai, dan Senjata Nuklir

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 20:20 WIB | Oleh:

"Saya berharap kita bisa menyelesaikan masalah ini akhir pekan ini agar para pemimpin dapat memasuki perundingan dengan nada yang lebih positif," ujar dia.

Bessent menjabarkan rencana pertemuan Trump-Xi sebagai upaya untuk menunda, yang mungkin merupakan upaya untuk meredam ekspektasi.

Trump dijadwalkan melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur untuk menghadiri pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dimulai pada Minggu (26/10), dan akhir pekan itu diperkirakan akan berada di Korea Selatan menjelang pertemuan puncak para pemimpin forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang diadakan pada tanggal 31 Oktober-1 November di Gyeongju.

Bessent mengatakan Trump juga akan singgah di Jepang untuk bertemu dengan perdana menteri baru, Sanae Takaichi.

Kepala Kementerian Keuangan AS mengatakan ia optimistis bahwa pembicaraan lengkap selama dua hari dengan pejabat Tiongkok akan meletakkan dasar bagi pertemuan baik antara kedua pemimpin, seraya mencatat bahwa Trump sangat menghormati Xi.

Washington DC juga mengumumkan sanksi baru yang luas terhadap dua perusahaan minyak Russia, tetapi tidak sampai mengenakan tarif pada Tiongkok, salah satu pembeli terbesar minyak Russia, seperti yang telah dilakukannya terhadap India, pembeli besar lainnya.

Greer dan Bessent sama-sama menekankan bahwa mereka tidak ingin melepaskan diri dari Tiongkok atau memperparah situasi, tetapi bersikeras bahwa AS perlu menyeimbangkan kembali perdagangan dengan Tiongkok setelah puluhan tahun akses yang sangat terbatas ke pasar-pasar Tiongkok.

Trump telah mengirimkan sinyal yang saling bertentangan mengenai pertemuan Xi dalam beberapa hari terakhir, dengan mengatakan kepada para wartawan pada Selasa (21/10) bahwa pertemuan itu mungkin tidak akan terjadi.

Greer mengatakan kepada Squawk Box di CNBC bahwa langkah-langkah Tiongkok terkait logam tanah jarang melanggar komitmen yang telah dibuat para pejabatnya beberapa bulan lalu untuk terus memasok logam tanah jarang yang dibutuhkan untuk teknologi tinggi, tetapi mengatakan AS dan Tiongkok dapat menemukan keseimbangan baru untuk perdagangan barang-barang yang tidak sensitif.

Tiongkok juga memiliki kewajiban yang belum terpenuhi untuk membeli barang-barang pertanian dan manufaktur AS berdasarkan perjanjian perdagangan yang ditandatangani selama masa jabatan pertama Trump sebagai presiden, ucap dia.

"AS selalu cukup terbuka terhadap Tiongkok, dan hal itu benar-benar didorong oleh kebijakan Tiongkok yang mengecualikan perusahaan-perusahaan AS dan mendorong kelebihan kapasitas serta kelebihan produksi di Tiongkok. Semua itu tidak menguntungkan Amerika Serikat. Kita tidak bisa hidup seperti itu lagi, jadi kita membutuhkan jalan alternatif," pungkas dia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Veda Ega Start di Posisi Kesembilan di Moto3 Hungaria 2026

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Veda Ega Start  di Posisi K...

Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Kebakaran Listrik Hi-VITS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Mahasiswa ITS Kembangkan Al...

Jojo Lolos ke Final Indonesia Open 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jojo Lolos ke Final Indones...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.