Mengapa Gunung Olympus Mons Begitu Besar?
📅 Senin, 10 Agu 2026, 07:19 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
GUNUNG ini menjulang sekitar 26 kilometer dari dataran di sekitarnya—hampir tiga kali lipat tinggi Gunung Everest. Namun, kehebatannya tak cuma soal ketinggian. Bentang kaki gunungnya membentang sangat luas hingga berdiameter sekitar 600 kilometer.
Tak heran jika Olympus Mons dinobatkan sebagai gunung berapi terbesar yang pernah diketahui di Tata Surya. Bagi para ilmuwan, keberadaannya bukan sekadar fenomena alam yang mengagumkan. Bentuk, usia, hingga susunan batuan di sekitarnya menyimpan jawaban kunci tentang bagaimana Mars bertransisi dari planet yang hangat dan basah menjadi dunia yang dingin, kering, dan tandus seperti sekarang.
Wajah Mars saat ini tampak seperti dunia yang tandus dan membisu. Permukaannya didominasi gurun, kawah tumbukan, dataran luas yang sepi, serta hamparan debu dingin di bawah atmosfer tipis. Air dalam wujud cair hampir mustahil bertahan lama di sana. Namun, kondisi penuh ketenangan itu sangat berbeda pada masa awal sejarah pembentukannya.
Jejak-jejak geologi merekam fakta bahwa Planet Merah pernah memiliki jaringan lembah, saluran aliran sungai, dan cekungan yang dipahat oleh air cair. Di berbagai wilayahnya, ditemukan pula bukti aktivitas vulkanik dalam skala masif. Lava purba pernah meluap bebas di permukaan dan membentuk dataran-dataran yang begitu luas.
Pada era tersebut, kawasan Tharsis menjadi pusat aktivitas vulkanik terbesar di Mars. Di sinilah Olympus Mons berdiri kokoh bersama tiga gunung berapi raksasa lainnya—Ascraeus Mons, Pavonis Mons, dan Arsia Mons (dikenal sebagai Tharsis Montes). Namun di antara sekian raksasa itu, Olympus Mons menjelma menjadi yang paling dominan.
Ukuran Skala Monster
Membayangkan tinggi 26 kilometer memang sulit, sebab Everest saja “hanya” menjulang 8,85 kilometer di atas permukaan laut. Namun, fokus pada ketinggian saja bakal meluputkan gambaran utuh dari raksasa ini. Olympus Mons memiliki sudut lereng yang sangat landai.
Bentang lebarnya mencapai 600 kilometer—hampir 20 kali lipat dari ketinggiannya sendiri. Artinya, jika kita berdiri di permukaannya, gunung ini tidak terlihat seperti puncak tajam yang menembus langit, melainkan sebuah perisai raksasa yang perlahan-lahan naik dari dataran sekitarnya.
Saking kolosalnya, jika dipindahkan ke Bumi dan diletakkan di Amerika Serikat, wilayah kakinya bisa menutupi seluruh negara bagian Arizona. Jika ditarik ke benua Eropa, luasnya sebanding dengan keseluruhan negara Prancis. Studi ilmiah pada tahun 2011 bahkan memperkirakan total volume material Olympus Mons mencapai sekitar 4 juta kilometer kubik—angka fantastis yang setara 100 kali lipat volume Mauna Loa, gunung berapi terbesar di Bumi. Olympus Mons bukan sekadar gunung berapi biasa, melainkan struktur vulkanik skala planet.
Rahasia di Balik Ukuran
Pertanyaan besarnya kemudian adalah bagaimana sebuah gunung berapi di Mars bisa tumbuh seleluasa itu.
Pertama, Olympus Mons tergolong sebagai gunung berapi perisai (shield volcano). Gunung jenis ini tercipta dari lelehan lava yang relatif encer, sehingga sanggup mengalir sangat jauh sebelum akhirnya mendingin dan membeku. Letusan yang terjadi berulang kali selama jutaan tahun menumpuk lapisan demi lapisan lava di sekitar pusat erupsi.
Kedua, dan ini merupakan alasan yang paling krusial, adalah ketiadaan lempeng tektonik di Mars. Di Bumi, lempeng tektonik terus bergerak. Wilayah seperti Hawaii memang memiliki sumber magma (hotspot) yang kuat, tetapi lempeng Pasifik di atasnya terus bergeser. Akibatnya, saat lempeng berpindah, gunung lama mati dan gunung baru terbentuk di titik lain.
Mars tidak memiliki lempeng tektonik aktif yang bergeser. Ketika ada titik panas magma di bawah keraknya, lava terus-menerus keluar di lokasi yang sama selama ratusan juta tahun. Lapisan demi lapisan pun tertumpuk tanpa henti di satu titik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!