Wisata Sekitar Bromo Masih Aman, Jembatan Kaca hingga Seruni Point Tetap Bisa Dikunjungi
📅 Senin, 10 Agu 2026, 05:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo membuat akses menuju kawasan tersebut ditutup. Namun, kondisi itu belum berdampak pada seluruh destinasi wisata yang berada di sekitar Bromo, khususnya wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dikutip dari Antara, Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan sejumlah objek wisata masih berada dalam kondisi aman dan tetap dapat dikunjungi wisatawan, meski pemantauan terhadap perkembangan kebakaran terus dilakukan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengatakan akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui empat pintu resmi telah ditutup sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Meski demikian, penutupan tersebut tidak serta-merta berlaku untuk seluruh tempat wisata di sekitar Bromo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Heri menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah destinasi di wilayah Kabupaten Probolinggo masih berada dalam kondisi aman. Di antaranya Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point, dan Terminal Wisata Seruni Point.
“Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan,” ujar Heri di Probolinggo, Minggu (9/8).
Salah satu pertimbangannya adalah jarak antara titik kebakaran dengan lokasi-lokasi wisata tersebut yang saat ini dinilai masih cukup jauh. Karena itu, aktivitas wisata di sejumlah destinasi tersebut masih dapat berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, pemerintah tidak ingin mengambil risiko apabila arah pergerakan api berubah.
Heri menegaskan, kebijakan pembatasan atau bahkan penutupan destinasi dapat diberlakukan sewaktu-waktu apabila kebakaran mulai mendekati kawasan wisata atau menimbulkan gangguan terhadap keselamatan pengunjung.
“Hari ini masih aman untuk dikunjungi, tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan,” katanya.
Dengan demikian, status aman yang diberikan saat ini bukan berarti pemerintah mengabaikan potensi perubahan situasi. Justru, kondisi kebakaran akan terus dipantau untuk menentukan apakah aktivitas wisata masih layak dipertahankan.
Menurut Heri, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan agar wisatawan maupun masyarakat sekitar tidak berada dalam situasi berbahaya apabila kondisi karhutla tiba-tiba memburuk.
“Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!