Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS dan Tiongkok Bahas Dewan Investasi Baru, Xi Jinping Dorong Hubungan Stabil dengan Trump

3 Jumat, 15 Mei 2026, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS dan Tiongkok Bahas Dewan Investasi Baru, Xi Jinping Dorong Hubungan Stabil dengan Trump AS dan Tiongkok Bahas Dewan Investasi Baru, Xi Jinping Dorong Hubungan Stabil dengan Trump Doc: Antara
Ket. Presiden TIongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump saat upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing, Kamis (14/5).

Beijing - Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tengah membahas pembentukan sebuah “dewan investasi” yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Tiongkok berinvestasi di AS pada sektor non-sensitif. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara dengan CNBC di Beijing yang ditayangkan pada Rabu (14/5).

Dilansir dari The Straits Times, menurut Bessent, masih banyak sektor di AS yang dapat menerima investasi dari Tiongkok tanpa menimbulkan risiko keamanan nasional. Namun, pemerintah AS ingin memastikan investasi tersebut tidak perlu melalui peninjauan Komite Investasi Asing di Amerika Serikat atau Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS), lembaga yang dipimpinnya.

“Ada banyak hal yang bisa diinvestasikan oleh Tiongkok. Yang ingin kami pastikan adalah investasi tersebut tidak dirujuk ke CFIUS,” ujar Bessent.

Ia menjelaskan dewan investasi itu nantinya akan melakukan pemeriksaan awal terhadap rencana investasi guna memastikan proyek yang diajukan tidak berada di sektor strategis atau sensitif.

Bessent juga mengaku tidak mengetahui laporan mengenai kesepakatan pembelian chip Nvidia H200 oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Selain dewan investasi, AS dan Tiongkok juga disebut sedang membahas pembentukan “Board of Trade” atau dewan perdagangan. Salah satu gagasan yang dibahas adalah penghapusan tarif atas perdagangan senilai sekitar 30 miliar dolar AS untuk sektor-sektor non-kritis dan industri yang tidak sedang diupayakan untuk dipindahkan kembali ke AS.

Di tengah pembahasan ekonomi tersebut, Presiden AS Donald Trump tiba di Beijing pada 13 Mei untuk bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan kedua pemimpin membahas sejumlah isu penting, mulai dari penjualan senjata AS ke Taiwan, dampak energi akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, hingga gencatan perang tarif antara dua ekonomi terbesar dunia.

Pada hari pertama penuh pertemuan tingkat tinggi itu, kedua pihak menyampaikan harapan agar hubungan dagang AS-Tiongkok dapat lebih stabil dalam jangka panjang.

Xi Jinping pada Kamis memuji “posisi baru” hubungan Tiongkok-AS yang menurutnya menempatkan kerja sama sebagai dasar utama dengan persaingan yang tetap terukur.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Xi dan Trump sepakat membangun hubungan yang “konstruktif dan stabil secara strategis” untuk menjadi pedoman hubungan kedua negara dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Xi menggambarkan hubungan tersebut sebagai model yang menitikberatkan kerja sama, namun tetap disertai persaingan yang terkendali sehingga perbedaan dapat dikelola dan perdamaian jangka panjang tetap terjaga.

Sejumlah analis menilai istilah “stabilitas strategis konstruktif” menunjukkan upaya Tiongkok membangun kerangka diplomasi baru dalam mengelola hubungan kompleks dengan AS.

Kerangka baru itu dinilai berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih menekankan persaingan kekuatan besar, ketergantungan yang dikelola, hingga upaya menghindari konflik.

Profesor Universitas Renmin Beijing, Wang Wen, mengatakan pendekatan baru tersebut menonjolkan model interaksi yang lebih positif dengan kerja sama sebagai fokus utama, disertai persaingan yang terukur dan perbedaan yang dapat dikendalikan.

Menjadi Mitra

Sementara itu, analis geopolitik Trivium Tiongkok, Joe Mazur, menilai Tiongkok ingin membangun pagar institusional yang lebih kuat dalam hubungan dengan AS, baik dalam aspek persaingan maupun kerja sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.