Wajah Baru Parung: Integrasi Pasar dan Transportasi Dorong Ekonomi
📅 Senin, 27 Apr 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim PenulisBOGOR – Membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah merupakan strategi untuk mengurangi ketimpangan antar daerah sekaligus memperluas basis ekonomi nasional.
Pendekatan ini biasanya bertumpu pada pengembangan sektor unggulan lokal, penguatan infrastruktur, serta penciptaan konektivitas yang mampu menarik investasi dan mendorong aktivitas produksi.
Secara analitis, keberhasilan pusat pertumbuhan baru sangat ditentukan oleh integrasi kebijakan dan kesiapan ekosistem pendukung, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kemudahan berusaha, hingga akses pembiayaan.
Tanpa perencanaan yang matang, kawasan yang dibangun berisiko menjadi enclave ekonomi yang tidak memberi dampak luas bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, strategi ini harus memastikan adanya keterkaitan (linkage) dengan ekonomi lokal agar mampu menciptakan efek berganda dan pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menata kawasan Parung menjadi kawasan modern berbasis pasar dan transportasi sebagai bagian dari strategi membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Senin (27/4), mengatakan penataan tersebut tidak hanya berfokus pada pembenahan Pasar Parung, tetapi juga mengintegrasikan fungsi perdagangan, kuliner, dan transportasi dalam satu kawasan yang tertata dan representatif.
“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Rudy, kawasan Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur. Salah satu rencana utama adalah pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner.
Selain itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu atau park and ride serta shelter angkutan umum. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kemacetan akibat angkutan yang berhenti sembarangan di badan jalan.
Pemkab Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis untuk mendukung pengembangan tersebut. Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi direncanakan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi terintegrasi, sedangkan lahan kedua seluas kurang lebih dua hektare akan difungsikan sebagai kawasan pendukung termasuk akses transportasi.
Rudy menegaskan pengembangan kawasan Parung tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung melalui kolaborasi pemerintah dan pihak swasta.
“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Dalam skema kerja sama tersebut, Pemkab Bogor membuka berbagai opsi mulai dari sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang. Pemerintah juga menjanjikan kemudahan perizinan sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!