Jaga Massa Otot, Kendalikan Lemak: Strategi Fat Loss Sehat di Masa Menopause
📅 Minggu, 19 Okt 2025, 18:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Prodio
JAKARTA – Perempuan yang memasuki masa menopause dihimbau untuk lebih bijak dalam merawat tubuhnya. Hal ini terutama dalam menyikapi kenaikan berat badan akibat penurunan kadar hormon estrogen.
Manajemen penurunan berat badan (weight loss) perlu memperhatikan komposisi tubuh agar tidak kehilangan terlalu banyak massa otot yang dapat meningkatkan risiko Sarkopenia. Di sisi lain, tetap penting untuk mencapai fat loss yang sehat.
Selain itu proses pembakaran lemak sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Mereka disarankan untuk menghindari diet ekstrem maupun pola olahraga yang tidak konsisten, agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Perubahan hormonal pada masa menopause sering kali menimbulkan berbagai gejala yang dapat memengaruhi keseharian perempuan aktif. Pada fase ini, perempuan menghadapi perubahan fisik, psikologis, dan metabolik yang berpotensi menurunkan kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik.
Oleh sebab itu, bagi para perempuan penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap upaya mempertahankan kualitas hidup perempuan di masa menopause agar mereka tetap sehat, bugar, dan produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkumpulan Menopause Indonesia (Perminesia) menyadari urgensi tersebut dan terus berkomitmen memberikan edukasi yang tepat agar perempuan memahami bahwa menopause bukanlah akhir dari kebugaran.
dr. Ni Komang Yeni, Sp.OG, MM, MARS, Ketua Perminesia Jaya, menyatakan, sebagai organisasi yang berfokus pada kesehatan perempuan, Perminesia berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan rutin seperti penyuluhan dan pengabdian masyarakat yang edukatif dan teratur, khususnya kepada perempuan usia reproduktif.
“Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan perkumpulan menopause lainnya di tingkat nasional dan regional, serta dengan International Menopause Society (IMS) untuk memastikan perempuan Indonesia mendapatkan akses terhadap informasi dan praktik kesehatan menopause terkini,” ucapnya melalui keterangannya pada hari Kamis (16/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kali ini, tambahnya, Perminesia melihat penting untuk mengedukasi perempuan Indonesia mengenai perbedaan antara sekadar menurunkan berat badan dan menurunkan lemak tubuh karena pendekatan ini lebih berfokus pada kesehatan sejati, terutama dalam menghadapi fase menopause.
“Penurunan berat badan secara umum sering kali hanya berfokus pada angka di timbangan. Namun, angka tersebut tidak membedakan antara massa otot, air, dan lemak. Sebaliknya, penurunan lemak tubuh menargetkan timbunan lemak yang berlebihan, yang merupakan indikator kesehatan yang lebih akurat,” ujar dr. Yeni.
Keduanya harus seimbang, tidak boleh hanya masa ototnya yang hilang atau hanya lemaknya yang hilang, karena keduanya tetap punya fungsi masing-masing untuk menjaga kebugaran perempuan di masa menopause,” jelasnya.
Secara global dan di Indonesia, terjadi peningkatan usia harapan hidup, yang berarti semakin banyak perempuan yang mencapai usia tua dan mengalami menopause, serta semakin banyak yang mengalami penurunan kualitas hidup. Menopause umumnya terjadi di usia sekitar 51 tahun.
Penurunan hormon estrogen yang terjadi pada fase ini dapat memicu berbagai gejala fisik dan emosional, mulai dari hot flashes, gangguan tidur, perubahan mood, hingga penurunan gairah seksual.
Pasalnya hormone estrogen yang menurun saat menopause dapat memengaruhi metabolisme dan penyimpanan lemak, membuat perempuan lebih rentan terhadap kenaikan berat badan. Namun, banyak yang melakukan diet ekstrim dan olahraga yang tidak konsisten sehingga justru lebih berbahaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!