Provinsi Kaltim Peringkat Dua Indeks Ketahanan Pangan Nasional, Wagub Seno: Ini Semu, Seolah-olah Kita Hebat, tapi Faktanya Sangat Butuh Pasokan dari Luar
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 15:57 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menduduki peringkat kedua nasional dalam Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2025 dengan kategori Sangat Tahan (nilai 80,82).
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji di Samarinda, Kamis (2/10), menegaskan, dengan predikat tersebut harus memacu Kaltim untuk segera berbenah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan pada 2026.
Pasalnya, lanjut Seno, meskipun Kaltim mendapat peringkat tinggi secara nasional, namun faktanya untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah masih tergantung dari wilayah lainnya.
“Indeks ketahanan pangan kita ini nomor 2 se-Indonesia, paling top. Tapi indeks ini adalah semu. Artinya, seolah-olah kita berjaya, seolah-olah kita hebat, namun pada kenyataannya kita sangat membutuhkan pasokan pangan dari luar,” ujar Seno Aji saat memimpin rapat koordinasi Ketahanan Pangan bertema “Kaltim Menuju Swasembada Pangan" yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.
Seno, mengungkapkan kelemahan itu terbukti saat Kaltim sempat diuji dengan isu adanya beras oplosan di pasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kemarin kita sudah dicoba dengan adanya indikasi beras oplosan. Dalam waktu seminggu kita sudah kelabakan. Semuanya bingung, tidak ada beras di mana-mana. Nah, ini menunjukkan bahwa sebenarnya ketahanan pangan kita ini ringkih (rapuh), kita tidak sehat,” tegasnya.
Untuk mengejar kemandirian pangan, Pemprov Kaltim telah serius mengembangkan kawasan sentra produksi terpadu, modern, dan berkelanjutan di beberapa lokasi prioritas.
Di antaranya di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), Mahakam Ulu, Kutai Barat (Kubar), dan Berau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya pemerintah dalam menggenjot produksi pangan mulai menunjukkan hasil signifikan. Wagub Seno Aji memaparkan adanya lonjakan produksi gabah kering Kaltim, dari sekitar 230 ribu ton per tahun menjadi 305 ribu ton per Agustus 2025.
Dengan hasil tersebut, ia memprediksi total produksi gabah kering Kaltim bisa mendekati 400 ribu ton hingga akhir tahun 2025.
Seno Aji mendorong semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk ambil bagian dalam mengembangkan lahan pertanian.
Dirinya juga menekankan perlunya koordinasi optimalisasi lahan, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), dan pupuk bagi para petani di daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!