Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pangkalpinang Nobatkan Diri sebagai Kota Kerukunan Umat Beragama

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 19:21 WIB | Oleh:
Pangkalpinang Nobatkan Diri sebagai Kota Kerukunan Umat Beragama Doc: ist
Ket. kerukunan

PANGKALPINANG – Bangsa Indonesia ini memang paling aneh. Mengaku sebagai bangsa religious, beragama, dan taat menjalankan ibadah, tapi perlu forum kerukunan umat beragama. Lah, memang umat beragama tidak rukun? Memang! Bahkan sedikit tersinggung saja langsung menggeruduk, mengamuk, dan merusak. Bahkan memperkusi orang yang dituduh menista agama. Mana bisa orang lain menista agama yang tidak dianutnya.

Melihat situasi seperti itu, bagus bila Pemerintah Kota Pangkalpinang bertekad menjadikan Pangkalpinang sebagai kota kerukunan umat beragama, karena tidak adanya konflik antarumat beragama di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu. "Syukurlah hingga kini kerukunan umat beragama terjaga baik dan kondusif," kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pangkalpinang Ahmad Subekti, di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan pada momentum HUT Ke-268 Kota Pangkalpinang tahun ini, Pemkot Pangkalpinang terus memperkuat kerukunan umat beragama sehingga dapat menjadi contoh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Belum pernah terjadi perselisihan maupun konflik antaragama di daerah ini," katanya. Ia menyatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mayoritas dihuni oleh suku Melayu beragama Islam, selanjutnya Buddha, Kristen, Konghucu, dan Hindu. Berdasarkan data yang ada, masyarakat Kepulauan Babel beragama Islam 90,47 persen, Buddha 4,05 persen, Kristen 3,39 persen, Konghucu 1,96 persen, Hindu 0,08 persen, dan kepercayaan 0,05 persen.

"Dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, kami bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus menjaga dan membina umat beragama ini," katanya. Ia berharap semua pihak bersama-sama menjaga kerukunan di Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang ini agar masyarakatnya terus rukun, toleran, dan harmonis.

FKUB

Sebelumnya, Wakil Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Efrianda menyebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan garda depan dalam menjaga kerukunan dan merawat toleransi di tengah dinamika pembangunan rumah ibadah di daerah setempat.

"Dinamika pembangunan rumah ibadah masih sering memunculkan perbedaan pendapat, peran FKUB sangat penting untuk memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat,” ujar Efrianda saat menerima kunjungan FKUB Kota Pangkalpinang di Gedung Kerukunan, Kompleks Pemkab Bangka Tengah, Jumat.

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda mengatakan, sejauh ini kerukunan di daerah ini relatif terjaga karena semua agama dapat hidup berdampingan. “Pemkab Bangka Tengah selalu mendukung kegiatan FKUB dan silaturrahim seperti ini penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan dan toleransi beragama," katanya.

Kepala Kantor Kemenag Bangka Tengah Jamaludin menyebut kerukunan antarumat beragama menjadi prioritas nasional. “Menteri Agama menempatkan kerukunan pada posisi utama dalam Asta Protas dan FKUB harus menjadi corong ketika muncul gejolak bernuansa agama," ujarnya.

Kemenag konsisten mendampingi dan memberi dukungan, termasuk dana hibah agar FKUB dapat bekerja optimal. "Keberadaan FKUB bagi kami sangat penting sebagai jembatan yang menyatukan antar umat beragama," ujarnya. Ketua FKUB Bangka Tengah Yunanda menambahkan, dinamika pembangunan rumah ibadah masih sering memunculkan perbedaan pendapat.

“Pernah ada penolakan terhadap pembangunan Sekolah Tinggi Khonghucu maupun masjid pondok pesantren di Lampur. Namun, persoalan itu bisa diatasi dengan komunikasi bersama,” ujarnya. Ketua FKUB Pangkalpinang Kholil Mahfud, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk merekat dan menjalin kerukunan dalam menjalankan agama masing-masing.

“FKUB tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah daerah, Kemenag, dan tokoh masyarakat sangat penting agar kerukunan terjaga tanpa menimbulkan kecemburuan antarumat,” katanya. Wakil Ketua FKUB Pangkalpinang Iskandar, menyampaikan perlunya regenerasi dalam merawat toleransi.

“Kami setiap tahun menyelenggarakan Kemah Pemuda Lintas Agama sebagai sarana pembelajaran bersama. Program seperti ini bisa juga digelar di Bangka Tengah untuk memperkuat komunikasi lintas iman,” ujarnya. Kunjungan FKUB Pangkalpinang ke Bangka Tengah ini juga dimanfaatkan untuk bertukar gagasan dan pengalaman dalam menjaga kerukunan, sekaligus melanjutkan agenda silaturahmi ke Kabupaten Bangka Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.