Dilarang MA, Nasib TikTok di Tangan Trump
📅 Sabtu, 18 Jan 2025, 11:17 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: CNA/AP
WASHINGTON - Mahkamah Agung AS pada hari Jumat (17/1) menegakkan undang-undang yang melarang TikTok di AS dengan alasan keamanan nasional jika perusahaan induknya di Tionngkok, ByteDance, tidak menjualnya, yang akan membuat aplikasi video pendek populer itu terancam ditutup hanya dalam waktu dua hari.
Keputusan pengadilan tersebut melemparkan platform media sosial dan 170 juta penggunanya di Amerika ke dalam ketidakpastian, dan nasibnya berada di tangan Donald Trump, yang telah berjanji akan menyelamatkan TikTok setelah kembali menjabat sebagai presiden pada hari Senin 20 Januari nanti.
Undang-undang tersebut disahkan oleh mayoritas bipartisan di Kongres tahun lalu dan ditandatangani oleh Presiden Joe Biden, meskipun semakin banyak anggota parlemen yang memilihnya sekarang berupaya agar TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat.
TikTok, ByteDance, dan sejumlah pengguna aplikasi tersebut menentang undang-undang tersebut, tetapi Mahkamah Agung memutuskan bahwa undang-undang tersebut tidak melanggar perlindungan Amandemen Pertama Konstitusi AS terhadap pembatasan kebebasan berbicara oleh pemerintah seperti yang mereka sampaikan.
ByteDance tidak berbuat banyak untuk menarik TikTok sebelum batas waktu yang ditetapkan undang-undang pada hari Minggu. Namun, penutupan aplikasi tersebut mungkin akan berlangsung singkat. Trump, yang pada tahun 2020 mencoba melarang TikTok, mengatakan ia berencana mengambil tindakan guna menyelamatkan aplikasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Keputusan saya tentang TikTok akan dibuat dalam waktu dekat, tetapi saya harus punya waktu untuk meninjau situasinya. Nantikan!" kata Trump dalam unggahan di media sosial.
CEO TikTok Shou Zi Chew berencana menghadiri pelantikan kedua Trump pada hari Senin di Washington.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump atas komitmennya untuk bekerja sama dengan kami guna menemukan solusi agar TikTok tetap tersedia di Amerika Serikat," kata Chew dalam sebuah pernyataan, sembari menegaskan kembali klaim kebebasan berbicara perusahaan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump mengatakan, ia dan Presiden Tiongkok Xi Jinping membahas sejumlah isu termasuuk TikTok lewat panggilan telepon pada hari Jumat.
Ada kemungkinan TikTok akan tetap beroperasi pada hari Minggu jika pemerintahan Biden dengan jelas menyatakan tidak akan menegakkan hukum demi menghormati pemerintahan Trump yang akan datang.
Namun, tidak jelas apakah itu akan meyakinkan Apple, Google Alphabet, Oracle dan lainnya untuk tidak berhenti menyediakan layanan utama bagi TikTok.
Seseorang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut mengatakan TikTok masih berencana akan berhenti beroperasi pada hari Minggu tanpa kejelasan lebih lanjut dari pemerintahan Biden tentang status hukum aplikasi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!