Oplosan Dorong Kenaikan Harga Beras Premium
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
JAKARTA – Kenaikan harga beras premium di Jakarta disebabkan kasus beras oplosan yang heboh beberapa waktu lalu. “Kenaikan harga beras premium disebabkan aktivitas distribusi beras masih dalam proses pemulihan setelah maraknya kasus oplosan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Selasa.
Meski demikian, dia menyatakan beras premium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak awal September sudah mulai tersedia di ritel modern. Berdasarkan hasil pemantauan perkembangan harga pangan strategis tingkat eceran, memasuki pekan ketiga September terjadi kenaikan harga per pecan untuk komoditas hortikultura, peternakan, dan beras.
Sejumlah komoditas itu, antara lain cabe merah keriting naik 12,68 persen, cabe rawit merah 5,54 persen, cabe merah TW naik 4,20 persen, telur ayam ras naik 1,79 persen, beras premium naik 1,57 persen, dan daging ayam ras naik 1,26 persen. Penyebab kenaikan harga komoditas hortikultura, kata dia, karena penurunan pasokan per pekan yang masuk ke Provinsi Jakarta.
“Hal ini dikarenakan gangguan produksi lantaran tingginya curah hujan di daerah produksi sehingga hasil panen cepat busuk,” ujar Hasudungan. Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras disebabkan kenaikan harga pakan. Ini sebagai buah kenaikan permintaan saat libur panjang.
Sejumlah upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jakarta untuk mengendalikan harga pangan strategis itu, di antaranya melaksanakan pemantauan rutin perkembangan harga dan ketersediaan pangan, baik di pasar tradisional maupun titel modern. Langkah ini sebagai salah satu bentuk sistem peringatan dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, melakukan program penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu. Isinya, berupa paket bahan pangan beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, ikan kembung dan susu UHT. Paket ini dapat ditebus masyarakat dengan harga 126.000. Selain itu, dilakukan pula pengembangan teknologi pertanian perkotaan di lahan terbatas untuk menanam sayur, cabe dan bawang merah.
Pemprov Jakarta juga melaksanakan Gerakan Pangan Keliling oleh BUMD Jakarta (PT Food Station, Perumda Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya). Mereka menyediakan bahan pangan strategis seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, cabe, bawang merah, gula pasir dan minyak goring. Ada juga bahan pangan lainnya (olahan peternakan, terigu, dan lain-lain) dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta di bawah harga pasar.
“Pemprov Jakarta juga mengoptimalkan peran BUMD Jakarta, seperti Perumda Pasar Jaya untuk mendistribusikan beras medium SPHP melalui gerai-gerai pangannya di daratan maupun kepulauan,” ungkap Hasudungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fasilitas Usaha
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur tengah membahas persiapan terkait pembinaan dan fasilitas pemberdayaan usaha untuk pedagang di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur. “Secara pembinaan, nanti Sudin terkait akan membina untuk pemberdayaan usaha,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto.
Dia menyebutkan, pembinaan dan fasilitas merupakan salah satu upaya menindaklanjuti persoalan pedagang dan parkir liar yang berlebih hingga menutupi lajur Jalan Mayjen Sutoyo. “Nanti sudin juga diminta memaparkan perencanaan dalam pembinaan usaha mereka,” ujar Kusmanto.
Fasilitas pemberdayaan usaha juga akan dibahas di tingkat kota. Ini sesuai dengan usulan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tujuannya, untuk memastikan penataan pedagang tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga memberi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Betul, nanti akan ada sosialisasi atau mediasi bersama warga. Ini khususnya untuk para pelaku usaha. Tujuannya agar mereka paham pelanggaran ketertiban umum,” jelas Kusmanto. Kusmanto pun berharap langkah tersebut mampu menyeimbangkan kepentingan ketertiban lalu lintas dan keberlangsungan usaha warga sekitar Cawang. Sebelumnya, Minggu (21/9), petugas gabungan menertibkan parkir liar dan pemasangan meja berlebihan milik pelaku usaha sehingga memakan Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!